Gelombang panas yang memecahkan rekor di Eropa membuat warga yang dulu enggan memasang AC kini berbondong membelinya.
Produsen AC asal Asia seperti Samsung, Midea, dan Mitsubishi menikmati lonjakan penjualan yang pesat.
>>> Jadwal Piala Dunia 2026 Besok Pagi: Inggris, Portugal, Argentina Tanding
Penggunaan AC sudah umum di Asia, tetapi masih jarang di Eropa. Akibatnya, masyarakat kesulitan tetap sejuk saat suhu ekstrem menyebabkan korban jiwa, gangguan listrik, dan penutupan sekolah.
Masyarakat dan perusahaan di seluruh Eropa kini berebut membeli AC portabel maupun dinding. Beberapa negara memperingatkan gelombang panas bisa semakin memburuk.
Lonjakan Penjualan Produsen Asia
Samsung melaporkan pertumbuhan penjualan dua digit di pasar utama seperti Italia, Spanyol, dan Prancis pada paruh pertama tahun ini.
Mereka memproyeksikan permintaan berkelanjutan seiring suhu yang diperkirakan terus meningkat.
LG Electronics mengatakan lini produksi AC di Korea Selatan beroperasi penuh sejak April untuk mengantisipasi permintaan musim panas.
>>> Lima Tim Asia Sudah Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Midea asal China juga mengalami lonjakan permintaan tajam, bahkan harga unit bekas melampaui harga baru.
Menurut Midea, penjualan e-commerce di Jerman naik 37% pada Mei dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pengiriman di Spanyol dan Prancis melonjak 108%.
Permintaan masif ini menandai pergeseran perilaku konsumen Eropa akibat perubahan iklim.
Namun, karakteristik bangunan tua di Eropa membuat pemasangan AC mahal dan rumit. Biaya pemasangan bisa mencapai lebih dari USD 1.137, sehingga sulit dijangkau banyak rumah tangga.
International Energy Agency mencatat kepemilikan AC di Eropa baru sekitar 20%.
>>> Venezuela Diguncang Gempa Dahsyat, Ilmuwan Peringatkan Ancaman di AS
Mitsubishi Electric dari Jepang juga melihat lonjakan permintaan dari Eropa, terutama di Prancis, Spanyol, Inggris, dan Jerman yang dilanda gelombang panas.