⌂ Beranda News Dokter dan Perawat di Singapura Manfaatkan iPhone dan iPad untuk Rawat Pasien

Dokter dan Perawat di Singapura Manfaatkan iPhone dan iPad untuk Rawat Pasien

Dokter dan Perawat di Singapura Manfaatkan iPhone dan iPad untuk Rawat Pasien
Ilustrasi: Dokter dan Perawat di Singapura Manfaatkan iPhone dan iPad untuk Rawat Pasien
A A Ukuran Teks16px

Perangkat Apple seperti iPhone dan iPad kini dimanfaatkan di sejumlah rumah sakit di Singapura untuk membantu pekerjaan dokter dan perawat.

Tiga aplikasi kesehatan—3DGait, eKare, dan Blue Mirror—menjadi andalan dalam transformasi layanan kesehatan.

>>> Jerman dan Jepang Kalah Bareng, Warganet Bikin Candaan Perang Dunia II

Analisis Gaya Berjalan dengan iPad Pro

Dr. Damian Lee, Associate Consultant Neurosurgery di National Neuroscience Institute, menjelaskan bahwa analisis gaya berjalan penting untuk menilai pemulihan pasien pascaoperasi tulang belakang.

Sebelumnya, proses ini memerlukan laboratorium khusus dengan peralatan besar dan pakaian sensor yang rumit.

CareCam, perusahaan teknologi asal Singapura, mengembangkan aplikasi 3DGait untuk iPad Pro.

in2

Pasien cukup berjalan di depan kamera iPad Pro, dan algoritma AI langsung menganalisis parameter seperti panjang langkah, irama, dan waktu berdiri.

"Analisis gaya berjalan hanya membutuhkan kurang dari 30 detik untuk berjalan, dan proses analisisnya juga kurang dari 30 detik, jadi secara keseluruhan hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk mendapatkan hasilnya," kata Lee.

Kini, ia cukup membawa iPad Pro untuk melakukan analisis dan menentukan jenis operasi yang diperlukan.

Pemantauan Luka dengan eKare

Aplikasi eKare di iPhone memudahkan perawat dan dokter memantau penyembuhan luka pasien. Perawat cukup memotret luka, dan depth sensor mengukur secara otomatis.

>>> Belanda vs Maroko Berlanjut ke Adu Penalti di Piala Dunia 2026

Data diproses di perangkat dan langsung dikirim ke sistem rumah sakit.

Nanthakumahrie Gunasegaran, perawat di Singapore General Hospital, mengatakan sebelumnya pengukuran luka dilakukan manual dengan penggaris kertas.

"Kami berhasil mengurangi langkah tersebut dan langsung mengunggah informasi ini secara cepat, dan setelah diunggah, dokter utama yang merawat pasien dapat langsung meninjau lukanya di sistem rumah sakit dari mana saja," ujarnya.

Blue Mirror, perusahaan teknologi dari Selandia Baru, mengembangkan aplikasi cermin pintar untuk iPad guna melatih perawat menggunakan alat pelindung diri (APD) dan mencuci tangan dengan benar.

CEO Rommi Nunes mengatakan aplikasi ini mempersingkat waktu pelatihan tanpa mengurangi kualitas.

Aplikasi menampilkan instruktur virtual yang memandu langkah demi langkah. Jika ada kesalahan, sistem meminta pengguna mengulang hingga benar.

>>> Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026: Maroko Kalahkan Belanda Lewat Adu Penalti

Blue Mirror juga membantu pasien stoma mengganti kantung secara mandiri di rumah dengan panduan video dan suara.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru