⌂ Beranda News Komdigi Ancam Blokir 25 PSE yang Abai, Ada Strava hingga Qatar Airways

Komdigi Ancam Blokir 25 PSE yang Abai, Ada Strava hingga Qatar Airways

Komdigi Ancam Blokir 25 PSE yang Abai, Ada Strava hingga Qatar Airways
Ilustrasi: Komdigi Ancam Blokir 25 PSE yang Abai, Ada Strava hingga Qatar Airways
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan peringatan kepada 25 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang belum memenuhi kewajiban pendaftaran.

Apabila hingga 3 Juli 2026 belum juga melakukan pendaftaran, para PSE tersebut berpotensi dikenai sanksi administratif hingga pemutusan akses layanan (access blocking).

>>> 10 Fakta Aktivasi Nomor HP Baru Wajib Biometrik Wajah

Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi, Teguh Arifiyadi, mengatakan pendaftaran PSE merupakan bagian penting dalam menciptakan tata kelola ruang digital yang tertib, aman, dan akuntabel.

"Melalui pendaftaran, pemerintah dapat memastikan penyelenggaraan sistem elektronik berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta memberikan pelindungan yang lebih baik bagi masyarakat," ujar Teguh dalam siaran pers, Selasa (2/7/2026).

Ketentuan mengenai kewajiban pendaftaran tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

in2

Aturan itu mewajibkan seluruh PSE, baik domestik maupun asing, mendaftarkan sistem elektronik yang beroperasi di Indonesia.

Sebagai bagian dari pengawasan, Komdigi telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada 25 PSE pada 26 Juni 2026.

Dari jumlah tersebut, 15 merupakan PSE asing dan 10 PSE domestik, dengan total 57 sistem elektronik berupa situs web maupun aplikasi yang belum terdaftar.

Beberapa nama yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Strava, Qatar Airways, Qantas Airways, ANA, Best Western, Banyan Tree, WorldHotels, The Ascott Limited, hingga sejumlah grup hotel nasional seperti Archipelago International Indonesia, Aryaduta Hotels Group, Hotel Indonesia Group (HIG), dan Tauzia Hotel Management.

>>> Alasan Persib Rekrut Sandy Walsh: Serbabisa, Punya Mental Juara

Selain sektor perhotelan dan maskapai penerbangan, terdapat pula platform pendidikan seperti Kodland dan Stimuler, aplikasi olahraga AYO: Super Sport Community App, serta layanan pembelajaran bahasa Engoo.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru