⌂ Beranda News Meta Daur Ulang RAM DDR4 Lawas untuk Server AI

Meta Daur Ulang RAM DDR4 Lawas untuk Server AI

Meta Daur Ulang RAM DDR4 Lawas untuk Server AI
Ilustrasi: Meta Daur Ulang RAM DDR4 Lawas untuk Server AI
A A Ukuran Teks16px

Di tengah kenaikan harga komponen memori global, Meta mengambil langkah efisiensi yang tidak biasa.

Perusahaan induk Facebook dan Instagram ini menggunakan kembali RAM DDR4 lawas dari server yang sudah tidak beroperasi.

>>> Penalti Panenka yang Dingin dari Mohamed Salah

Kepingan memori usang tersebut dipasang ke dalam mesin server AI generasi terbaru yang secara bawaan hanya mendukung memori DDR5.

Dokumen yang dipresentasikan Meta dalam konferensi ISCA 2026 akhir Juni lalu mengungkap bagaimana mereka mengakali batasan teknis tersebut.

Meta merancang sebuah chip ASIC CXL 2.0 kustom yang diberi nama Vistara.

Chip pintar ini berfungsi sebagai jembatan yang memungkinkan modul memori DDR4 lawas bekerja berdampingan dengan platform DDR5 generasi baru tanpa masalah kompatibilitas atau penalti latensi yang parah.

Pisahkan Data 'Panas' dan 'Dingin'

Server AI baru Meta, yang dijuluki MemServers, ditenagai oleh prosesor AMD Epyc Turin dengan 158 core dan 316 thread.

Prosesor Turin ini secara teknis tidak mendukung RAM DDR4.

Namun berkat chip Vistara, setiap unit MemServer kini dapat memuat total memori gabungan sebesar 1 TB, terdiri dari 768 GB RAM DDR5-6400 sebagai memori utama berkecepatan tinggi dan 256 GB RAM DDR4-2400 yang terhubung via CXL Vistara.

Rahasia keberhasilan sistem ini terletak pada bagaimana perangkat lunak Vistara memperlakukan kumpulan RAM DDR4 sebagai NUMA node terpisah tanpa CPU.

>>> Rekor! Lionel Messi Cetak 20 Gol di Piala Dunia

Dengan cara ini, sistem akan secara otomatis memilah data.

Data yang paling sering diakses (hot pages) akan disimpan di memori DDR5 yang cepat, sementara data yang jarang digunakan (cold pages) akan dilempar ke kumpulan RAM DDR4 yang lebih lambat.

Agar komponen lawas ini bisa dikenali, tim teknis Meta juga harus memodifikasi driver CXL pada sistem operasi Linux mereka.

Pangkas Biaya Tanpa Korbankan Performa

Pendekatan kreatif Meta ini terbukti membuahkan hasil.

Desain MemServers diklaim mampu memangkas kebutuhan jumlah server inferensi AI hingga 25% dan mengurangi beban sistem tambahan sebesar 33%.

Hasilnya, Meta bisa menekan anggaran infrastruktur secara masif tanpa mengorbankan performa pemrosesan AI secara signifikan.

Langkah efisiensi lewat teknologi CXL ini tampaknya mulai menjadi tren di kalangan raksasa teknologi.

Selain Meta, perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan, Panmnesia, juga mempresentasikan teknologi chip pengontrol CXL kustom mereka di ajang ISCA 2026.

>>> Penalti Sempurna Mesir Singkirkan Australia, Ini Reaksi di Linimasa

Teknologi tersebut menawarkan alternatif solusi bagi perusahaan untuk memadukan perangkat keras beda generasi demi menekan anggaran belanja komponen server.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM