Indonesia menargetkan medali emas pada Kejuaraan Tinju Asia U-19 dan U-23 2026 yang digelar di Jakarta. Sebanyak 19 petinju terbaik telah disiapkan untuk menghadapi lawan-lawan dari negara Asia.
Sekretaris Jenderal Perbati Hengky Silatang menyatakan persiapan atlet sudah sangat baik. Ia berharap ajang ini melahirkan petinju potensial untuk masa depan.
>>> Pelatih Mesir Kibarkan Bendera Palestina Usai Kunci Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
"Persiapan tinju kita memang tidak panjang.
Mereka yang terpilih adalah hasil seleksi Kejurnas Perbati," kata Hengky dalam jumpa pers di Slipi, Sabtu (4/7/2026).
"Kami tidak asal memilih, tapi berdasarkan kualitas dan juara di Kejurnas. Di antara juara, kami ambil yang terbaik.
Paling tidak mereka bisa melawan," tambahnya.
"Target kami mendapatkan medali emas. Jadi tidak hanya menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah saja," tegas Hengky.
Persiapan 99 Persen
Event Director Kejuaraan Tinju Asia Dewanthono menyebut persiapan sudah mencapai 99 persen. PB Perbati membentuk kepanitiaan khusus dan mendapat dukungan penuh dari Asian Boxing.
>>> Tak Dibawa ke Piala Dunia, Palmer Sindir Keputusan Tuchel
Kejuaraan berlangsung pada 5 hingga 16 Juli 2026 dan gratis untuk umum. "Kami mendata penonton dengan biaya administrasi Rp5.000 untuk komunitas dan klub tinju Jakarta.
Penonton biasa gratis," ujarnya.
Ajang ini diharapkan meningkatkan sport tourism dan pembinaan atlet muda. "Kami kolaborasi dengan Pemda DKI Jakarta untuk mengenalkan sport tourism.
Fasilitas publik bus gratis, termasuk untuk ofisial," kata Dede.
Kejuaraan Asia tahun ini menggunakan standar terbaru World Boxing, termasuk sistem penjurian dan penyelenggaraan pertandingan. Langkah ini diharapkan menghadirkan kompetisi yang lebih adil dan transparan.
>>> Tanjung Verde Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pelatih Bangga dengan Perlawanan
Ajang diprediksi berlangsung sengit karena diikuti negara-negara dengan tradisi tinju kuat, seperti Uzbekistan, Kazakhstan, Jepang, dan Filipina.
