⌂ Beranda News Kontroversi 'Kartu Trump' di Balik Lolosnya Balogun dari Hukuman FIFA

Kontroversi 'Kartu Trump' di Balik Lolosnya Balogun dari Hukuman FIFA

Kontroversi 'Kartu Trump' di Balik Lolosnya Balogun dari Hukuman FIFA
Ilustrasi: Kontroversi 'Kartu Trump' di Balik Lolosnya Balogun dari Hukuman FIFA
A A Ukuran Teks16px

FIFA secara mengejutkan menangguhkan hukuman kartu merah yang diterima striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, hanya beberapa jam sebelum laga 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia.

Keputusan ini langsung memicu gelombang meme 'kartu Trump' di media sosial, merujuk pada dugaan campur tangan politik Gedung Putih.

>>> Pedri Siap Berjuang Keras di Lini Tengah Duel Portugal vs Spanyol

Balogun mendapat kartu merah saat AS mengalahkan Bosnia di babak 32 besar. Ia seharusnya absen melawan Belgia di Lumen Field, Seattle, Selasa (7/7) pagi WIB.

Namun, FIFA mengumumkan penangguhan sanksi tersebut, mengizinkan pemain berusia 25 tahun itu tampil. Striker yang telah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2026 itu pun bisa bermain.

Menurut laporan The Athletic, beberapa sumber FIFA menyebut sanksi awal tak bisa dibandingkan, sesuai Pasal 10.5 peraturan FIFA.

Perwakilan Timnas AS juga disebut tidak melakukan banding.

Namun, setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio angkat suara, beredar laporan bahwa pihak Gedung Putih menelepon FIFA untuk meminta penangguhan.

Lobi-lobi itu, menurut jurnalis Ben Jacobs, terjadi sebelum pertandingan.

>>> Perjuangan Meksiko di Piala Dunia 2026 Tuai Respek Meski Kalah dari Inggris

Tak lama setelah laporan itu, FIFA benar-benar menangguhkan sanksi Balogun. Presiden Donald Trump pun ikut 'bersorak' di media sosial merayakan keputusan tersebut.

FIFA beralasan penangguhan dilakukan panel independen berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.

Penangguhan serupa pernah diberikan kepada Cristiano Ronaldo di laga akhir kualifikasi, yang membuatnya bisa tampil di laga pembuka Piala Dunia 2026.

Keputusan ini membuat Federasi Sepakbola Belgia kesal. Mereka terkejut dan kabarnya siap mengajukan banding ke CAS.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menyindir keputusan FIFA. Ia meledek bahwa tanggal 5 Juli di Amerika Serikat seperti 1 April, merujuk pada April Mop.

"Saya tidak tahu bahwa di Piala Dunia, tanggal 5 Juli sebenarnya sama dengan tanggal 1 April. Itu adalah Hari April Mop," kata Garcia.

>>> Empat Tim Lolos ke Perempatfinal Piala Dunia 2026, Inggris Terbaru

"Kami tidak membela tim nasional atau federasi. Kami membela sepakbola," tambahnya menjelang laga AS vs Belgia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM