⌂ Beranda News NASA Luncurkan Misi Darurat untuk Selamatkan Observatorium Swift dari Kehancuran

NASA Luncurkan Misi Darurat untuk Selamatkan Observatorium Swift dari Kehancuran

NASA Luncurkan Misi Darurat untuk Selamatkan Observatorium Swift dari Kehancuran
Ilustrasi: NASA Luncurkan Misi Darurat untuk Selamatkan Observatorium Swift dari Kehancuran
A A Ukuran Teks16px

Observatorium luar angkasa Swift milik NASA, yang telah beroperasi sejak 2004, kini menghadapi ancaman serius.

Badai matahari baru-baru ini telah menurunkan orbit satelit tersebut secara drastis, menimbulkan risiko kehancuran di atmosfer Bumi tahun ini.

>>> Kontroversi 'Kartu Trump' di Balik Lolosnya Balogun dari Hukuman FIFA

Untuk mencegah insiden tersebut, NASA bekerja sama dengan startup antariksa Katalyst Space Technologies. Wahana antariksa bernama Link dari Katalyst telah diluncurkan untuk mencegat Swift dan mengangkat kembali orbitnya.

Misi Penyelamatan dengan Batas Waktu Ketat

Observatorium Swift saat ini berada pada ketinggian kritis 360 km. Wahana Link ditargetkan mampu mengangkat orbitnya hingga 150 mil lebih tinggi.

Proses penyelamatan ini sangat mendesak.

>>> Pedri Siap Berjuang Keras di Lini Tengah Duel Portugal vs Spanyol

NASA mengharuskan Katalyst bekerja ekstra cepat karena posisi Swift diproyeksikan akan terlalu rendah dan mustahil diselamatkan pada bulan Oktober mendatang.

Dalam kurun waktu sembilan bulan persiapan, misi penyelamatan ini menelan biaya sebesar USD 30 juta atau sekitar Rp 488 miliar.

Tujuannya adalah untuk menyelamatkan aset NASA yang bernilai hingga USD 500 juta atau sekitar Rp 8,1 triliun.

>>> Perjuangan Meksiko di Piala Dunia 2026 Tuai Respek Meski Kalah dari Inggris

Neil Gehrels Swift Observatory memiliki fungsi utama mempelajari ledakan sinar gamma (gamma-ray bursts). Pengamatan ini krusial bagi ilmuwan untuk memahami fenomena pada masa-masa awal terbentuknya alam semesta.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM