Satu hari di Bumi saat ini berlangsung sekitar 24 jam. Namun, pada zaman dinosaurus sekitar 70 juta tahun lalu, satu hari hanya sekitar 23,5 jam.
Perbedaan ini terjadi karena Bumi berputar lebih cepat pada masa itu. Seiring waktu, rotasi Bumi melambat akibat tarikan gravitasi Bulan.
>>> Google Rilis Gemini Spark di Indonesia, Ini Deretan Kemampuannya
Pengaruh Gravitasi Bulan
Gravitasi Bulan tidak hanya menyebabkan pasang surut air laut. Tarikan tersebut juga menciptakan gesekan pasang surut yang memperlambat putaran Bumi.
Energi yang hilang dari rotasi Bumi berpindah ke orbit Bulan. Akibatnya, Bulan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 sentimeter per tahun.
Proses ini berlangsung sangat lambat, tetapi terus terjadi selama ratusan juta hingga miliaran tahun.
>>> Presiden FIGC: UEFA Perkuat Posisi untuk Lawan FIFA
Jika ditarik lebih jauh ke masa lalu sebelum era dinosaurus, panjang hari bahkan lebih singkat. Ratusan juta tahun sebelumnya, rotasi Bumi belum banyak melambat.
Para ilmuwan mengetahui panjang hari zaman purba melalui petunjuk geologi. Pola pertumbuhan karang purba dan endapan sedimen merekam siklus harian maupun tahunan.
Meski hari terus bertambah panjang, perubahannya sangat kecil. Rata-rata panjang hari bertambah sekitar 1,8 milidetik setiap abad, sehingga manusia tidak merasakannya.
>>> Andoni Iraola: Liverpool Tampil Lebih Solid di Pramusim
Fenomena ini menunjukkan bahwa sesuatu yang tampak tetap, seperti lamanya satu hari, sebenarnya terus berubah akibat interaksi gravitasi Bumi dan Bulan.
