Federasi Sepakbola Amerika Utara, Tengah, dan Kepulauan Karibia (CONCACAF) menyuarakan penolakan terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual saham Piala Dunia.
Langkah ini mengikuti sikap tegas UEFA yang sebelumnya juga menolak ide tersebut. Rencana FIFA melalui perusahaan baru, FIFAForward Enterprise (FFE), adalah mencari investor eksternal.
>>> Kisah Menakjubkan di Balik Potret Masa Lalu yang Bikin Melotot
Selain investor, negara anggota FIFA juga ditawari untuk memiliki saham Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya sebagai sumber pendapatan tambahan.
CONCACAF, yang memiliki 41 anggota, mempertanyakan urgensi FIFA dalam mencari investor swasta untuk turnamen-turnamen di bawah naungannya.
Organisasi yang dipimpin Victor Montagliani ini juga menyuarakan keraguan mengenai akuntabilitas dan transparansi dalam transaksi saham yang diusulkan.
Oleh karena itu, CONCACAF mendesak seluruh anggota FIFA untuk meninjau kembali proposal tersebut.
>>> Miliarder Bryan Johnson 'Kloning' Diri Jadi Bayi dalam Cawan Petri
Mereka menyarankan agar anggota FIFA mencari cara untuk memaksimalkan pendapatan yang ada demi mendukung pengembangan sepakbola yang lebih merata secara global melalui program FIFA Forward.
"Masa depan sepakbola dan aset terhebat di dalamnya harus tetap jadi milik keluarga sepakbola," tegas CONCACAF dalam pernyataan resminya.
Presiden FIFA Gianni Infantino membutuhkan dukungan minimal 50 persen suara dari 211 negara anggota untuk mewujudkan rencananya.
>>> Wakil Indonesia Kandas di Perempat Final M-15 Men's World Tennis Championship
Saat ini, sebanyak 96 anggota FIFA telah menyatakan penolakan, dan hanya dibutuhkan sekitar 10 suara lagi agar ide tersebut dibatalkan.
