⌂ Beranda News Dekompresi 2018 Picu Erupsi Masif Kilat di Anak Krakatau
News

Dekompresi 2018 Picu Erupsi Masif Kilat di Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau saat bererupsi
Dekompresi 2018 Picu Erupsi Masif Kilat di Anak Krakatau
A A Ukuran Teks16px

Anak Krakatau sempat mencatatkan lonjakan erupsi yang sangat masif setelah sebagian tubuh gunung api tersebut mengalami keruntuhan pada 2018 silam.

Dalam jangka waktu sekitar satu hingga dua pekan, volume magma yang dimuntahkan diperkirakan setara dengan produksi magma selama 10 tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Prof Sebastian Watt dari University of Birmingham dalam sebuah webinar ilmiah yang digelar pada Senin, 14 September.

Dekompresi Sistem Magma Akibat Kehilangan Material

Watt menjelaskan bahwa keruntuhan lateral pada 2018 telah melenyapkan sekitar 350 meter batuan dari bagian atas saluran magma.

Hilangnya material batuan tersebut memicu pelepasan beban yang membuat sistem magma mengalami dekompresi secara signifikan.

Kondisi tersebut memungkinkan cairan magma yang berada di bawah permukaan naik dengan laju yang sangat cepat menuju kawah.

Analisis petrologi terhadap material erupsi terbukti konsisten dengan proses dekompresi pada sistem dapur magma.

Meski demikian, laju erupsi yang sangat tinggi itu mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan sejak periode 2019 hingga 2023.

Para peneliti masih terus memantau aktivitas vulkanik ini untuk memastikan apakah pertumbuhannya kembali ke pola historis.

📰 Update Terbaru