China mengancam akan mengambil tindakan balasan apabila Amerika Serikat mempertahankan pembatasan terhadap model baru robot dan inverter listrik buatan luar negeri.
Kementerian Perdagangan China menyatakan akan membalas dengan tegas demi melindungi kepentingannya.
>>> Fermin Aldeguer Dipastikan Absen di MotoGP Inggris, Iker Lecuona Jadi Pengganti
Beijing juga mendesak AS segera mencabut kebijakan yang dianggap mendiskriminasi produk dan perusahaan China.
"Jika Amerika Serikat bersikeras bertindak secara sepihak, China akan mengambil tindakan tegas untuk membalas dan melindungi hak serta kepentingannya," kata Kementerian Perdagangan China, sebagaimana dilaporkan Reuters, Jumat (31/7/2026).
China menuding AS memperluas konsep keamanan nasional secara berlebihan.
Kebijakan itu juga disebut sebagai bentuk distorsi pasar dan tindakan sepihak yang dapat merugikan industri kedua negara.
Respons atas Keputusan FCC
Ancaman tersebut merespons keputusan Federal Communications Commission (FCC) memasukkan robot canggih dan inverter listrik produksi asing ke dalam Covered List.
Perangkat yang masuk daftar tersebut tidak bisa memperoleh otorisasi FCC baru yang diperlukan untuk dipasarkan di AS.
Robot yang dimaksud mencakup perangkat bergerak dan terhubung ke jaringan, seperti robot humanoid dan robot berkaki empat.
>>> Liga Inggris dan Pertempuran Era Manajer-manajer Baru
Cakupannya juga dapat mengenai beberapa kategori robot rumah tangga, termasuk robot vacuum yang memiliki sensor, kemampuan memetakan lingkungan, dan koneksi nirkabel.
Menurut lembar fakta FCC, robot terhubung dinilai dapat membuka celah keamanan siber, mengumpulkan data untuk pengawasan, atau bahkan diambil alih dari jarak jauh.
Inverter asing juga dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk mengganggu jaringan listrik dan mencuri data.
Namun, pembatasan ini terutama berlaku terhadap model baru yang belum memperoleh otorisasi.
Robot dan inverter yang sebelumnya telah disetujui FCC tetap boleh dijual dan digunakan.
Perangkat yang sudah dimiliki konsumen juga tidak akan disita atau dinonaktifkan.
Produsen masih dapat mengajukan persetujuan bersyarat apabila produknya dinilai tidak menimbulkan risiko keamanan.
>>> Apakah 5G Boros Kuota dan Baterai? Ini Faktor yang Berpengaruh
China belum menjelaskan bentuk tindakan balasan yang akan diterapkan.
