Banyak pengguna smartphone masih menganggap jaringan 5G membuat kuota internet lebih cepat habis dan baterai lebih boros dibandingkan 4G.
Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
>>> Ekspedisi 2026 Temukan 26 Gua Baru di Phong Nha-Ke Bang, Vietnam
Konsumsi kuota dan baterai lebih dipengaruhi oleh cara penggunaan perangkat, kualitas jaringan, hingga teknologi 5G yang digunakan operator.
Kuota Lebih Boros? Bukan Karena 5G Semata
Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah kuota internet menjadi lebih cepat habis setelah menggunakan 5G.
Menurut artikel edukasi dari Telkomsel, jaringan 5G tidak secara otomatis mengonsumsi kuota lebih banyak. Yang berubah adalah perilaku pengguna.
Kecepatan internet yang jauh lebih tinggi membuat pengguna lebih mudah melakukan streaming video beresolusi tinggi, mengunduh file berukuran besar, atau bermain game dengan kualitas grafis maksimal sehingga penggunaan data meningkat.
Dengan kata lain, kuota lebih cepat habis bukan karena teknologi 5G, melainkan karena aktivitas digital yang menjadi lebih intensif.
Android Authority juga menyebut kecepatan tinggi pada jaringan 5G memungkinkan aplikasi mengunduh dan memutar konten dengan kualitas lebih tinggi secara otomatis.
Akibatnya, pengguna merasa kuota internet lebih cepat habis dibanding saat menggunakan 4G.
Mengapa 5G Kadang Membuat Baterai Lebih Boros?
Untuk urusan baterai, jawabannya lebih kompleks.
Menurut Android Authority, di banyak negara operator masih menggunakan teknologi 5G Non-Standalone (NSA).
Pada jaringan ini, smartphone tetap terhubung ke jaringan 4G LTE untuk layanan tertentu sambil menggunakan jaringan 5G untuk transfer data.
Kondisi tersebut membuat modem bekerja di dua jaringan sekaligus sehingga konsumsi daya dapat meningkat dibandingkan LTE.
Sebaliknya, pada jaringan 5G Standalone (SA), konsumsi daya cenderung lebih efisien karena tidak lagi bergantung pada jaringan 4G.
