⌂ Beranda News Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam

Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam

Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam
Ilustrasi: Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam
A A Ukuran Teks16px

Ular pohon cokelat (Boiga irregularis) tiba di Guam tak lama setelah Perang Dunia II, kemungkinan menumpang kapal kargo militer.

Tak ada yang menduga ular ini akan menjadi contoh spesies invasif paling terkenal di dunia.

>>> Kabar Buruk: Bumi Memanas Makin Cepat, Studi Terbaru Ungkap Percepatan

Studi terbaru di jurnal Science Advances, dipimpin ilmuwan University at Buffalo, New York, mengungkap bagaimana ular ini berkembang pesat di pulau terpencil di Samudra Pasifik bagian barat.

Ular berukuran sedang dengan kulit cokelat kemerahan atau kekuningan ini memiliki corak melintang gelap. Ia berbisa ringan dan ancamannya kecil bagi manusia.

Setelah mendarat, ular menyebar cepat. Populasinya diperkirakan dua juta ekor pada awal 1980-an.

Di beberapa wilayah, kepadatannya mencapai 30.000 ekor per mil persegi.

Dari 12 spesies burung hutan asli Guam, 10 punah. Penurunan penyerbuk membuat keanekaragaman tanaman merosot.

Ular pemanjat ulung ini juga sering menyebabkan pemadaman listrik.

Keuntungan Genetik

Yang membingungkan ilmuwan adalah bagaimana populasi kecil bisa berkembang pesat. Populasi awal terbatas biasanya menciptakan genetic bottleneck dan memicu perkawinan sedarah, yang membuat spesies rentan penyakit.

Para peneliti menemukan bahwa ular-ular ini membawa keuntungan genetik.

"Ular pohon cokelat mungkin tidak memiliki keragaman luar biasa, tetapi ia memiliki sumber penting keanekaragaman genetik yang selama ini kurang disadari," ujar Trevor Krabbenhoft, associate professor University at Buffalo.

>>> John Herdman Rasakan Kekalahan Kedua Latih Indonesia

Dengan memeriksa genom, ilmuwan menemukan hampir 19.000 variasi struktural genom. Sebagian besar terkonsentrasi pada gen vital untuk imunitas adaptif dan indra penciuman.

Penciuman penting untuk navigasi dan mencari mangsa. Sistem kekebalan membantu mengatasi patogen baru di Guam.

Kombinasi keduanya bisa memberikan keuntungan bagi ular.

Ilmuwan belum memastikan apakah variasi genetik ini muncul sebelum tiba di Guam atau berevolusi setelah invasi. "Apakah mungkin sebagian dari keanekaragaman ini muncul setelah invasi?

Bisa saja, tetapi kita harus mengurutkan ular dari populasi aslinya untuk mengetahuinya secara pasti," kata Gray.

Ular-ular ini mungkin lebih siap untuk kolonisasi. Spesies lain yang serupa mungkin ada di luar sana.

Ini bisa menjadi berita baik bagi spesies terancam punah dengan populasi kecil.

"Ada kemungkinan spesies terancam punah mungkin punya fleksibilitas lebih besar dalam gen mereka dari yang disadari," ujar Christopher Osborne, mantan mahasiswa PhD di laboratorium Krabbenhoft.

>>> Ferran Torres Mau Bertahan di Barcelona Asalkan Syarat Ini Dipenuhi

"Kami sekarang mendapatkan pemahaman lebih baik tentang sumber-sumber keanekaragaman genetik yang sebelumnya kurang disadari, yang dapat menjelaskan bagaimana beberapa spesies hasil kawin sedarah masih dapat merespons lingkungan," imbuhnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM