Saham SpaceX dilaporkan anjlok pada hari Rabu waktu Amerika Serikat. Penurunan ini terjadi setelah lonjakan pengeluaran perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) membuat para investor khawatir.
Dalam laporan pendapatan perdana SpaceX sebagai perusahaan publik, perusahaan luar angkasa milik Elon Musk tersebut menyatakan bahwa belanja modal melonjak enam kali lipat menjadi USD 18,4 miliar pada kuartal kedua.
>>> Electronic Arts Resmi Diakuisisi Arab Saudi Senilai Rp 985 Triliun
Angka ini melampaui ekspektasi analis, dengan sebagian besar pengeluaran dialokasikan untuk AI.
Saham perusahaan ditutup sedikit di atas USD 125 pada hari Selasa, berada di bawah harga IPO-nya yang sebesar USD 135.
Posisi ini jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat menembus lebih dari USD 200 tak lama setelah pencatatan saham.
Para investor merasa gelisah seiring meningkatnya kekhawatiran apakah perusahaan-perusahaan teknologi raksasa dapat membuktikan bahwa investasi bernilai miliaran dolar untuk AI membuahkan hasil.
Meskipun model AI milik SpaceX dinilai masih tertinggal dibanding OpenAI dan Anthropic, perusahaan ini memposisikan dirinya sebagai pemain komputasi awan alternatif.
>>> PB POSSI Gelar Kejuaraan Asia Hoki Bawah Air CMAS 2026 di Bogor
SpaceX berencana menyewakan kapasitas komputasi yang sedang dibangunnya menggunakan chip Nvidia.
CFO SpaceX, Bret Johnsen, berupaya meredakan kekhawatiran investor terkait belanja modal tersebut.
Ia menyatakan bahwa alokasi modal untuk komputasi AI diharapkan memberikan pengembalian modal dalam waktu kurang dari satu tahun.
Harga saham tetap turun meskipun SpaceX berhasil menekan kerugiannya dan menjanjikan pendapatan masa depan yang signifikan.
Elon Musk sendiri mengatakan SpaceX akan mencapai pendapatan tahunan USD 1 triliun pada tahun 2030, lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya yaitu tahun 2031.
>>> Singapura Vs Indonesia: Ilhan Fandi Ingin Nikmati Laga
Namun, pertanyaan mengenai seberapa cepat perusahaan bisa tumbuh dan berapa biaya yang harus dikeluarkan sebelum mencapai profitabilitas masih menjadi sorotan.
