⌂ Beranda News Benteng Misterius di Sahara Simpan Jejak Peradaban yang Hilang

Benteng Misterius di Sahara Simpan Jejak Peradaban yang Hilang

Benteng Misterius di Sahara Simpan Jejak Peradaban yang Hilang
Ilustrasi: Benteng Misterius di Sahara Simpan Jejak Peradaban yang Hilang
A A Ukuran Teks16px

Di tengah Gurun Sahara, Aljazair, terdapat sebuah benteng kuno bernama Ksar Draa yang menyimpan kisah panjang peradaban yang nyaris terlupakan.

Benteng ini dibangun menggunakan material lokal seperti batu dan tanah liat, dirancang untuk bertahan di lingkungan gurun yang ekstrem.

>>> Arsenal Kalah 2-3 dari Dortmund di Emirates Cup

Arsitekturnya menjadi contoh adaptasi masyarakat setempat terhadap iklim Sahara selama berabad-abad.

Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, desa berbenteng ini menjadi rumah bagi komunitas yang beragam.

Orang Yahudi hidup berdampingan dengan keluarga Berber dan Arab, berperan dalam perdagangan serta kerajinan yang menopang kehidupan di oasis.

Namun, kondisi itu berubah drastis setelah Aljazair meraih kemerdekaan dari Prancis pada 1962.

Pemerintah baru membangun identitas nasional, tetapi situasi tersebut memicu meningkatnya tekanan terhadap kelompok minoritas, termasuk komunitas Yahudi.

Serangan terhadap rumah, tempat usaha, hingga rumah ibadah membuat banyak keluarga memilih meninggalkan Ksar Draa dan bermigrasi ke Prancis maupun Israel.

Akibat eksodus tersebut, benteng dan desa kuno itu perlahan ditinggalkan hingga menjadi situs bersejarah seperti sekarang.

>>> Liverpool Kena Comeback Lagi, Iraola Bilang Begini

Mengutip laporan Green Prophet, bangunan ini menjadi pengingat akan keberagaman budaya yang pernah berkembang di wilayah tersebut.

Laporan itu juga menyoroti kondisi situs yang dinilai belum terlindungi secara memadai.

"Video yang beredar di YouTube menunjukkan siapa pun dapat masuk dan menjelajahi benteng ini, yang mengindikasikan situs tersebut belum terlindungi dengan baik untuk generasi mendatang," demikian laporan Green Prophet.

Sisa-sisa rumah dan sinagoge tua di kawasan itu masih menjadi saksi keberadaan komunitas Yahudi yang pernah hidup berdampingan dengan kelompok lain di Ksar Draa.

Keberadaan benteng tersebut juga mengingatkan bahwa Sahara tidak selalu identik dengan gurun tandus.

Berbagai penelitian menunjukkan wilayah ini pernah mengalami periode yang jauh lebih hijau pada masa lampau.

>>> Jawa Barat Juara Umum Indonesia Muay Thai Championship 2026

Danau, sungai, serta padang rumput memungkinkan manusia membangun permukiman dan berkembang di kawasan yang kini didominasi pasir.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM