Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperluas pemanfaatan infrastruktur internet di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Konektivitas yang dibangun pemerintah tidak hanya ditujukan untuk membuka akses komunikasi, tetapi juga menopang layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
>>> Bruno Guimaraes Ingin Ukir Sejarah Arsenal Seperti Gilberto Silva
Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar, menyatakan bahwa Bakti telah membangun akses internet di lebih dari 31.000 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.
Mayoritas lokasi tersebut berada di sektor pendidikan, mencapai sekitar 68%. Sektor kesehatan menyusul dengan 5,89% untuk mendukung e-government.
Selain pendidikan dan kesehatan, sekitar 19,9% lokasi merupakan kantor pemerintahan dan pusat kegiatan masyarakat.
Infrastruktur tersebut dimanfaatkan di pasar tradisional, tempat ibadah, pos pertahanan dan keamanan, lokasi usaha, hingga fasilitas transportasi publik.
Fadhilah menekankan bahwa pembangunan konektivitas di wilayah 3T harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, diukur dari tingkat pemanfaatannya.
Contohnya di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, akses internet Bakti mendukung modernisasi sekolah dan peningkatan layanan kesehatan melalui optimalisasi rujukan medis puskesmas.
>>> Jadwal Pertandingan Bola 13 Agustus: PSG, MU, Arsenal Berlaga
Dampak serupa terlihat di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, di mana BTS Bakti membantu mengurangi wilayah blank spot, menghubungkan masyarakat yang terisolasi, dan membuka peluang ekonomi lokal.
Infrastruktur Pendukung Konektivitas
Untuk menjangkau wilayah sulit, Bakti mengandalkan Satelit Republik Indonesia (Satria-1) berkapasitas 150 Gbps untuk fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan kantor pemerintah.
Jaringan serat optik Palapa Ring sepanjang 12.148 kilometer menjadi tulang punggung konektivitas darat dan laut, melayani 131 lokasi Network Operation Center (NOC) di 57 kabupaten/kota nonkomersial.
Program Bakti Aksi telah menyalurkan akses internet gratis ke lebih dari 31.864 titik layanan publik.
Melalui Bakti Sinyal, pemerintah membangun BTS 4G dan BTS Universal Service Obligation (USO) di 6.747 titik lokasi 3T menggunakan pendanaan APBN serta kontribusi dana USO.
>>> Pemesanan Galaxy Z Fold 8 Lampaui Ekspektasi, Jadi Primadona di RI
Konektivitas ini dipadukan dengan program pemberdayaan masyarakat, termasuk literasi digital, digitalisasi pariwisata, dan penguatan kemitraan BUMDesma.
