Sebuah lukisan cadas kuno di kawasan Lembah Sungai Zuojiang, China, menyimpan rahasia mengejutkan terkait material pembuatannya.
Karya seni peninggalan kebudayaan Luoyue tersebut diperkirakan telah berusia antara 2.600 hingga 1.900 tahun.
>>> Twibbon 17 Agustus 2026: 10 Pilihan Bingkai Foto HUT RI ke-81
Meskipun berada di ruang terbuka dan terpapar iklim subtropis yang basah, lukisan tersebut tetap bertahan dalam kondisi yang sangat baik.
Peran Darah Manusia dalam Komposisi Mortar
Peneliti menemukan bahwa pigmen merah pada dinding batu kapur itu menempel sangat kuat berkat lapisan mortar khusus.
Campuran bahan dasar tersebut melibatkan material organik dan anorganik yang dicampur bersama air serta darah.
Protein dalam darah membantu memicu proses biomineralisasi pada kalsium karbonat sehingga mengunci partikel pigmen.
>>> Cristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun Akhir Musim Ini Setelah 25 Tahun Berkarier
Hasil pengujian laboratorium mendeteksi adanya kandungan darah manusia dalam jumlah signifikan pada lapisan mortar lukisan.
Kaitan dengan Budaya Kesuburan Kuno
Jenis protein tertentu yang terdeteksi dalam sampel mengindikasikan bahwa darah tersebut berasal dari perempuan yang baru melahirkan atau menyusui.
Temuan ini sejalan dengan tema visual lukisan di tebing Huashan yang banyak menampilkan simbol reproduksi dan kultus kesuburan.
>>> PB POSSI Kibarkan Bendera di Bawah Laut Bali untuk HUT ke-81 RI
Kendati masih berupa hipotesis ilmiah, penggunaan darah manusia mencerminkan tingkat kerumitan teknologi material masyarakat masa lampau.

