Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sebanyak 4.258 gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan M7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur.
Data tersebut tercatat hingga Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB.
>>> Bek Anyar Real Madrid Ibrahima Konate Bertekad Raih Banyak Gelar
Dari ribuan gempa susulan itu, sebanyak 118 kejadian dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Selain itu, terdapat 31 gempa yang memiliki magnitudo lebih dari M5,0 selama periode tersebut.
Prediksi Durasi dan Sebaran Klaster Gempa
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memprediksi rangkaian gempa susulan ini akan terus berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan.
Ia menilai fase awal rangkaian gempa susulan masih memperlihatkan pola temporal yang kompleks.
Hasil monitoring BMKG menunjukkan rangkaian gempa susulan ini menyebabkan beberapa guncangan signifikan berintensitas IV-VI MMI.
Guncangan kuat tersebut terjadi pada 19 Agustus 2026 berkekuatan M5,6 serta 20 Agustus 2026 berkekuatan M5,8.
>>> Langkah Gemilang Amri/Nita Amankan Tiket Semifinal Bulutangkis Dunia
Aktivitas gempa susulan juga memicu kerusakan pada struktur bangunan dan jembatan serta menimbulkan bencana tanah longsor.
Hasil relokasi memperlihatkan gempa susulan membentuk beberapa klaster tersendiri yang tidak menyebar secara homogen.
Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.
Klaster susulan lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.
BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan real-time selama 24 jam sehari untuk menganalisis perkembangan aktivitas seismik.
>>> Robot pengawas lalu lintas di China turun tangan tegur pelanggar
Masyarakat diimbau tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta memantau pembaruan data resmi.
