Kementerian Kehutanan mencatat penurunan jumlah titik panas atau hotspot secara nasional dalam dua hari terakhir.
Berdasarkan data SiPongi, jumlah hotspot turun dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik pada 20 Agustus 2026.
>>> Pakar Ungkap Bahaya Pencurian Data dari File GTA 6 Bajakan
Penurunan Terbesar di Kalimantan
Penurunan paling signifikan terpantau secara langsung di wilayah Kalimantan Barat dan juga Kalimantan Tengah.
Di Kalimantan Barat, jumlah hotspot turun dari 784 titik menjadi 82 titik pada 20 Agustus.
Wilayah Kalimantan Tengah mencatat penurunan dari 694 titik menjadi hanya 22 titik saja.
Sementara itu, Kalimantan Selatan mengalami penurunan titik panas dari 85 titik menjadi 12 titik.
Secara keseluruhan, jumlah hotspot di tiga provinsi tersebut berkurang sekitar 92,6% dalam satu hari.
Kendati demikian, kondisi tersebut belum menunjukkan bahwa seluruh kebakaran telah padam sepenuhnya.
>>> Jadwal Jornada Kedua Liga Spanyol: Laga Perdana Barca & Madrid
Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi sensor satelit dan belum tentu identik dengan api.
Informasi titik panas tersebut tetap harus ditindaklanjuti melalui verifikasi langsung di lapangan.
Kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.
BMKG melaporkan sebanyak 535 Zona Musim telah mengalami musim kemarau.
Fenomena El NiƱo dengan intensitas sangat kuat turut mendukung peningkatan risiko kekeringan dan karhutla.
>>> Liverpool Hadapi Tantangan Berat Bersaing di Empat Besar Liga Inggris
Masyarakat serta pelaku usaha diimbau untuk tidak membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar.

