Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kini mendapat sorotan dari lembaga pemantau atmosfer dunia.
Pemantauan satelit menunjukkan aktivitas kebakaran musiman di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tajam.
>>> Arsenal Bungkam Coventry City Tiga Gol Tanpa Balas di Emirates
Kenaikan tersebut juga dibarengi oleh lonjakan emisi kebakaran serta sebaran kabut asap secara regional.
Pantauan Satelit Copernicus dan BMKG
Copernicus Atmosphere Monitoring Service merilis data terbaru mengenai pergerakan asap dan kebakaran di berbagai wilayah.
Aktivitas kebakaran musiman di Indonesia terpantau mulai meningkat secara signifikan sejak akhir Juli 2026.
Meski kebakaran musiman bukan fenomena baru, tingkat keparahannya tahun ini tercatat lebih kuat dari periode sebelumnya.
Temuan lembaga internasional tersebut sejalan dengan laporan yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
>>> Gelandang Brighton Carlos Baleba Segera Jalani Tes Medis di MU
Satelit Himawari-9 mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Kalimantan serta sebagian wilayah Sumatera.
Tantangan Lahan Gambut dan El Nino
Copernicus turut memberikan perhatian khusus pada karakteristik lahan gambut yang luas di wilayah Kalimantan.
Kebakaran pada lahan jenis ini jauh lebih sulit dikendalikan karena api dapat membara di bawah permukaan tanah.
Kondisi ini diperparah oleh fenomena El Nino kuat di kawasan Pasifik ekuator yang memicu cuaca semakin kering.
>>> Matahari Merah di Palangka Raya Terjadi Karena Pengaruh Asap Karhutla
Dampak karhutla ini bahkan telah meluas hingga menyebabkan penutupan puluhan sekolah di Pontianak akibat kabut asap.
