Sebanyak sepuluh dosen dari Politeknik Siber dan Sandi Negara sukses merampungkan pelatihan intensif keamanan siber selama 21 pekan.
Program peningkatan kapasitas ini difasilitasi langsung oleh Korea International Cooperation Agency yang bekerja sama dengan konsorsium STEALIEN, Universitas Ajou, dan Solutek System.
>>> Tawaran Menggiurkan Al Hilal Buat Martinelli Mantap Tinggalkan Arsenal
Para tenaga pengajar tersebut diproyeksikan untuk menjadi pengajar inti di pusat pendidikan vokasi keamanan siber.
Selama menjalani program sejak akhir Maret lalu, para peserta mendalami kurikulum I-Shield dan I-Shield Jr. yang mencakup berbagai aspek pelindungan digital.
Materi yang diberikan meliputi pengamanan sistem, jaringan, basis data, aplikasi seluler, situs web, hingga kecerdasan buatan.
>>> Alonso Ungkap Alasan Gol Kilat Bikin Chelsea Nyaman di Laga Perdana
Selain teori dasar, para dosen juga mempraktikkan investigasi forensik digital, pengujian keamanan, penanganan insiden, serta analisis malware.
Manajer Proyek KOICA, Kim Gye-young, menyatakan bahwa ketersediaan pengajar yang kompeten merupakan kunci utama bagi operasional fasilitas pendidikan tersebut.
Perwakilan peserta dari PSSN, Yulius Dharsono, menilai program kolaboratif ini sukses membentuk tenaga pendidik yang adaptif serta profesional.
>>> Kastil Irlandia Seharga Rp620 Miliar Resmi Dibeli Bos Meta Mark Zuckerberg
Tahap berikutnya dari kerja sama internasional ini adalah pembangunan fisik gedung pusat pendidikan vokasi serta pengembangan platform pembelajaran daring.