Telkom Indonesia mengingatkan kalangan perusahaan agar tidak menunggu serangan siber terjadi sebelum mulai serius berinvestasi pada keamanan digital.
Ancaman tersebut menjadi sorotan utama dalam IgnitePRO yang merupakan side event terbaru dari rangkaian Bali Annual Telkom International Conference 2026.
>>> Vivo X500 Pro Max Ungkap Spesifikasi Gahar di Geekbench Jelang Peluncuran
Forum ini hadir untuk membahas bagaimana pelaku enterprise dapat mengoptimalkan teknologi sekaligus mendapatkan hasil maksimal dari investasi digital mereka.
Ancaman Siber dan Perkembangan AI
Chief Commercial Officer Telin Kharisma menyatakan bahwa IgnitePRO secara khusus menyoroti kontribusi penyedia layanan digital terhadap kalangan enterprise.
Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba menilai cybersecurity sangat krusial karena dampaknya sangat luas.
Dampak tersebut terutama mengancam layanan esensial seperti perbankan serta sektor keuangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
>>> Jadwal Final AFF 2026: Vietnam Selangkah Lagi Angkat Trofi Juara
Budi menyoroti kecenderungan perusahaan yang baru menyadari pentingnya keamanan digital setelah insiden pembobolan benar-benar terjadi.
Ia menyarankan agar perusahaan mengalokasikan investasi pengamanan sejak awal guna menghindari kerugian finansial serta penurunan citra.
Selain itu, adopsi kecerdasan buatan atau AI juga dinilai memiliki dua sisi mata uang yang harus diwaspadai oleh setiap korporasi.
>>> Robert Sanchez Disebut Titik Lemah Chelsea dalam Perburuan Gelar Liga Inggris
Kharisma menjelaskan bahwa AI mampu meningkatkan produktivitas namun juga berpotensi memperkuat ancaman siber yang dihadapi perusahaan.