Penggunaan kecerdasan buatan atau AI yang didukung penuh oleh kebijakan pemerintah kini mulai merombak pasar kerja di China.
Sejumlah ekonom percaya bahwa perubahan masif ini pada akhirnya dapat melemahkan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
>>> Saran Wayne Rooney agar Manchester United Kalahkan Ipswich Town
Adopsi teknologi ini menyingkirkan sebagian pekerja dari posisi mereka sekaligus menimbulkan kekhawatiran luas akan hilangnya lapangan pekerjaan.
Meskipun demikian, sebagian masyarakat justru menunjukkan ketertarikan tinggi dan bersikap positif terhadap kehadiran robotika serta aplikasi AI.
>>> Gelandang Baru Arsenal Guimaraes Siap Menangkan Banyak Trofi
Data dari IDC menunjukkan porsi perusahaan industri yang mengandalkan model serta agen AI melonjak signifikan menjadi 47,5% pada tahun lalu.
Robot humanoid kini mulai dilibatkan dalam tugas-tugas kecil seperti menyortir paket di pusat logistik hingga membuat kopi.
>>> Telkom Perkuat Kolaborasi Teknologi Masa Depan Melalui Ajang BATIC 2026
Organisasi Perburuhan Internasional melaporkan bahwa perempuan menghadapi risiko kehilangan pekerjaan yang lebih tinggi akibat otomatisasi tersebut.