Linknet terus mengoptimalkan layanan broadband guna memperkuat infrastruktur digital nasional secara bertahap.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan akses internet bagi masyarakat serta dunia usaha.
>>> Strategi Linknet Genjot Infrastruktur Fiber Optik dan Layanan Broadband
Pemerintah mencatat pembangunan jaringan fiber optik nasional telah menjangkau lebih dari 1,19 juta kilometer hingga tahun 2026.
Infrastruktur tersebut telah mencakup 53.382 desa atau sekitar 63,79% dari total 83.687 desa di seluruh Indonesia.
Pemasangan Optical Distribution Point juga telah mencakup sekitar 43.233 desa di berbagai wilayah.
Transformasi bisnis Linknet difokuskan untuk menghadirkan koneksi internet yang stabil bagi kebutuhan rumah tangga dan bisnis.
Perusahaan memperkuat upaya ekspansi melalui kemitraan strategis serta pembiayaan dari International Finance Corporation dan Asian Development Bank.
>>> Hansi Flick Pastikan Gelandang Anyar Rodri Debut Lawan Bilbao
Investasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan jaringan fiber optik yang lebih efisien dan luas.
Cakupan ekspansi Linknet kini telah mencapai 5 juta home-passed di lebih dari 70 kota dan kabupaten.
Pendekatan Build-to-Suit serta Open Access berbasis data analytics diterapkan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar.
Perusahaan mengandalkan tiga lini utama yaitu Linknet Fiber, Linknet Enterprise, dan Linknet Media.
>>> Xabi Alonso Tanggapi Rumor Transfer Enzo Fernandez ke Man City
Penguatan jaringan ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan konektivitas andal bagi perekonomian nasional.