Penerapan Ethical AI menjadi sorotan utama dalam pengalaman imersif Purwacarita Borobudur di Galeri Indonesia Kaya.
Teknologi ini dirancang agar sistem kecerdasan buatan tidak bebas mengarang representasi sejarah yang keliru.
>>> Strategi Lazada Penuhi Permintaan Tinggi Produk Mewah di Indonesia
Kerangka Kerja Berbasis Keilmuan
CEO Curaweda Azhar Muhammad Fuad menjelaskan bahwa Ethical AI bukan jenis teknologi, melainkan metodologi kerja.
Pendekatan tersebut memastikan setiap keluaran AI mempunyai dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
Proses produksinya mencakup tahap praproduksi, pencatatan produksi, hingga penentuan pemeliharaan pada pascaproduksi.
>>> Momen Kehangatan Shin Tae-yong Bersama Erick Thohir di Jakarta
Batasan Ketat untuk Mencegah Kesalahan
Sistem dibatasi hanya menggunakan sumber primer berupa sejarah tertulis, prasasti, artefak, serta sejarah lisan.
Tim melibatkan Departemen Sejarah FIB UGM dan Museum serta Cagar Budaya untuk menjaga validitas data.
>>> Penyebab Bagnaia Kena Mental Menurut Evaluasi Petinggi Tim Ducati
Sumber sejarah yang digunakan mencakup Prasasti Karangtengah 824 M dan Prasasti Tri Tepusan 842 M.
