⌂ Beranda News AI Borobudur Berawal dari Diskusi Santai CEO Curaweda di Cirebon
News

AI Borobudur Berawal dari Diskusi Santai CEO Curaweda di Cirebon

AI Borobudur Berawal dari Diskusi Santai CEO Curaweda di Cirebon
AI Borobudur Berawal dari Diskusi Santai CEO Curaweda di Cirebon
A A Ukuran Teks16px

Purwacarita Borobudur yang kini hadir di Galeri Indonesia Kaya berawal dari obrolan tak terduga.

CEO Curaweda Azhar Muhammad Fuad berbincang dengan seorang raja muda di Cirebon.

>>> Samsung Buka Reservasi Galaxy S26 FE di Indonesia Beserta Promo Diskon

Dari percakapan itu muncul gagasan menggunakan teknologi untuk menghidupkan tokoh-tokoh sejarah.

Tantangan Keraton dan Awal Mula Gagasan

Azhar menceritakan bahwa raja muda tersebut baru saja menggantikan ayahnya yang wafat.

Keraton di Cirebon tersebut memiliki area seluas 25 hektare.

Mereka sempat mencari cara agar kawasan bersejarah itu kembali menarik perhatian masyarakat.

Obrolan sederhana itu memunculkan pertanyaan tentang penggunaan teknologi bagi tokoh sejarah.

>>> Marc Marquez Beri Pukulan Telak ke Rider Aprilia Usai Menang di Aragon

Pengembangan Teknologi di Cagar Budaya

Pendekatan itu bertujuan membuat sejarah tampil lebih menarik sekaligus menjaga konsistensi informasi.

Narasi disusun berdasarkan sumber terkurasi agar standar cerita tetap sama.

Pada awal 2025, tim membawa gagasan tersebut ke skala yang jauh lebih besar.

Curaweda harus melewati berbagai proses administrasi dan menggandeng pakar sejarah.

>>> Prediksi Lineup Timnas Argentina Tanpa Lionel Messi di Skuad

Kolaborasi bersama Galeri Indonesia Kaya menghadirkan Purwacarita Borobudur.

📰 Update Terbaru