Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (CAAT) memproyeksikan industri penerbangan domestik akan pulih sepenuhnya pada Oktober 2026.
Proyeksi ini muncul setelah industri tersebut terpukul akibat krisis energi global dan konflik Timur Tengah.
>>> Korea Utara Tegaskan Status Nuklir Jelang Kunjungan Xi Jinping
Pemulihan ini ditandai dengan penurunan signifikan jumlah pembatalan penerbangan menjelang musim ramai terbang (high season).
Direktur Jenderal CAAT, Marsekal Udara Manat Chavanaprayoon, memaparkan dampak konflik internasional terhadap operasional maskapai.
Krisis tersebut sempat memicu pembatalan sekitar 3.840 penerbangan dan mengakibatkan hilangnya 1,2 juta kursi penumpang.
Tekanan operasional semakin berat karena harga avtur Jet A-1 melonjak lebih dari 110 persen. Hal ini meningkatkan porsi biaya bahan bakar menjadi 50 persen dari total biaya operasional.
Akibatnya, tarif tiket rute domestik populer seperti Bangkok-Chiang Mai membubung hingga rata-rata 45 persen.
>>> Jadwal Lengkap MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park
Situasi terkini menunjukkan perbaikan di mana proyeksi angka pembatalan penerbangan menyusut menjadi sekitar 2.000 penerbangan.
Angka ini turun drastis dari puncaknya pada Mei lalu yang mencapai hampir 10.000 penerbangan.
Manat optimistis jika tidak ada insiden global tambahan pada Juli dan Agustus, bisnis penerbangan Thailand diproyeksikan pulih sepenuhnya saat memasuki masa high season pada Oktober mendatang.
Mekanisme pasar diperkirakan kembali seimbang pada paruh kedua tahun 2026. Tarif tiket pesawat diprediksi berangsur turun seiring meningkatnya persaingan antar-maskapai.
Konsumen disarankan membeli tiket langsung melalui situs resmi maskapai untuk menghindari permainan harga oleh agen luar negeri.
>>> Endrick Ungkap Dukungan Bellingham Saat Hadapi Masa Sulit di Real Madrid
Maskapai penerbangan berpotensi masih akan melakukan penyesuaian jadwal sepanjang kuartal kedua hingga kuartal ketiga tahun 2026. Traveler diimbau untuk tetap bersiap menghadapi kemungkinan perubahan jadwal terbang.