⌂ Beranda News Harga BBM Non-Subsidi Naik, Penjualan Mobil Diesel Terhambat

Harga BBM Non-Subsidi Naik, Penjualan Mobil Diesel Terhambat

Harga BBM Non-Subsidi Naik, Penjualan Mobil Diesel Terhambat
Konsumen melihat mobil diesel di diler Auto2000
A A Ukuran Teks16px

Lonjakan harga bahan bakar diesel non-subsidi dalam beberapa bulan terakhir telah memicu penurunan transaksi di jaringan diler Auto2000.

Konsumen cenderung memilih untuk menunda pembelian kendaraan baru akibat kondisi tersebut.

>>> Menkeu Purbaya Perintahkan Bea Cukai Tanjung Priok Beroperasi 24 Jam

Kondisi pasar ini berdampak langsung pada model andalan seperti Toyota Kijang Innova Diesel dan Toyota Fortuner Diesel.

Loyalitas konsumen di beberapa wilayah terpantau masih sangat kuat terhadap kendaraan jenis ini.

Anton Jimmi Suwandy, Chief Executive Auto2000, menjelaskan bahwa konsumen di wilayah Jakarta dan Jawa Barat lebih mudah beralih ke teknologi alternatif seperti hybrid.

Sebaliknya, wilayah Sumatera dan Jawa Timur memiliki basis pengguna diesel yang sangat kuat.

Perpindahan menuju kendaraan non-diesel di wilayah basis pengguna kuat membutuhkan waktu yang tidak instan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor historis penggunaan kendaraan diesel yang sudah berlangsung lama.

Penundaan pembelian oleh konsumen turut memengaruhi stabilitas harga di pasar kendaraan sekunder. Koreksi harga terjadi pada unit mobil bekas jenis diesel.

>>> UMKM Indonesia: Antara Peluang Digital dan Ketergantungan Platform

Meski terjadi penundaan pembelian dalam jumlah yang cukup besar, persentase konsumen yang benar-benar membatalkan transaksi tergolong rendah. Angka penjualan menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat terhadap mobil diesel tetap tinggi.

Kontribusi penjualan varian Innova Diesel masih mendominasi pasar Toyota di beberapa daerah operasional Auto2000. Rasio penjualan model ini tetap signifikan di tengah gempuran tren kendaraan elektrifikasi.

Wilayah Sumatera, khususnya Medan, menjadi area dengan ketertarikan yang sangat tinggi terhadap kendaraan bermesin diesel. Sentimen harga bahan bakar memicu efek kejut sementara pada pasar lokal tersebut.

Auto2000 memproyeksikan pasar mobil diesel akan kembali membaik jika harga bahan bakar kembali ke tingkat yang stabil. Sinyal pemulihan pasar mulai terlihat menyusul kebijakan penyesuaian harga terbaru.

PT Pertamina (Persero) telah resmi menurunkan harga BBM diesel non-subsidi per 1 Juni 2026.

Harga Dexlite di wilayah Jabodetabek turun menjadi Rp 23.000 per liter dari sebelumnya Rp 26.000 per liter, sementara Pertamina Dex disesuaikan menjadi Rp 24.800 per liter dari Rp 27.900 per liter.

>>> Pakar Ungkap Batas Waktu Ideal Main HP Sebelum Tidur Malam

Anton Jimmi Suwandy meyakini bahwa konsumen akan kembali beralih ke mobil diesel jika harga bahan bakar stabil, karena pada dasarnya mereka memang menyukai jenis mesin ini.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru