⌂ Beranda News Kementan Minta Badan Gizi Nasional Serap Telur Peternak Lokal

Kementan Minta Badan Gizi Nasional Serap Telur Peternak Lokal

Kementan Minta Badan Gizi Nasional Serap Telur Peternak Lokal
Peternak ayam memegang keranjang telur
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengirimkan surat kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Surat tersebut berisi permohonan agar BGN menyerap telur dari peternak lokal.

>>> Trafik Internet Global Didominasi Bot dan AI, Lampaui Pengguna Manusia

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap anjloknya harga jual telur di tingkat peternak yang terjadi sejak 8 Mei lalu di beberapa wilayah sentra produksi.

Pemerintah mendorong agar produk telur lokal dapat masuk ke dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Menindaklanjuti permohonan tersebut, BGN segera menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/01/06/V/2026.

Regulasi ini menginstruksikan jajaran di bawahnya untuk membeli komoditas telur dari peternak setempat dengan mengacu pada harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Dalam surat tersebut, Kementan mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG,” kata Agung dalam keterangan resmi, Minggu (7/6/2026).

Kementan mengusulkan agar pembelian telur di tingkat produsen disesuaikan dengan Harga Acuan Pembelian sebesar Rp 26.500 per kilogram.

>>> Veda Ega Pratama Terkena Sanksi Long Lap Penalty di Moto3 Hungaria

Stabilitas harga komoditas ini juga telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Perdagangan pada Kamis (4/6/2026).

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa Jawa Timur menjadi salah satu fokus perhatian karena mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.

Pemerintah kini memperbolehkan telur ayam ras dan daging menjadi komponen bantuan pangan saat situasi pasar memburuk.

Penurunan nilai jual telur ini dipicu oleh lonjakan kapasitas produksi di beberapa wilayah yang bersamaan dengan melambatnya penyerapan pasar selama masa libur nasional.

Namun, distribusi kini dilaporkan mulai membaik seiring kembalinya aktivitas perdagangan ke level normal.

Sebelumnya, para peternak dari wilayah Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek melakukan aksi protes dengan membagikan sekitar 1 juta butir telur secara cuma-cuma kepada warga.

>>> 2.543 Napi Dipindahkan dari Lapas Jambi dan Bagansiapiapi ke Fasilitas Baru

Mereka mengeluhkan pembengkakan biaya operasional akibat kenaikan harga pakan impor yang memicu kerugian besar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru