PT Bridgestone Tire Indonesia mengungkapkan alasan teknis mengapa ban mobil listrik lebih cepat aus dibandingkan kendaraan konvensional. Tekanan kerja yang lebih besar pada komponen roda menjadi penyebab utamanya.
Head of Original Equipment (OE) Sales PT Bridgestone Tire Indonesia, Fisa Rizqiano, membenarkan adanya fenomena tersebut.
>>> FIFA Izinkan Penonton Bawa Botol Plastik ke Stadion Piala Dunia 2026
Ia menjelaskan bahwa bobot kendaraan listrik yang lebih berat dan torsi instan saat akselerasi menimbulkan gesekan besar pada permukaan ban.
“Benar sekali, sebab bobotnya lebih berat dan momen inersianya lebih besar, sehingga ketika berakselerasi ada semacam friksi yang besar dibandingkan dengan mobil biasa (ICE),” kata Fisa.
Langkah Mitigasi Bridgestone
Untuk mengompensasi beban dari baterai berkapasitas besar, Bridgestone menerapkan peningkatan indeks beban pada ban mobil listrik.
Misalnya, ban ukuran 215/55-17 yang biasanya memiliki load index 94 dinaikkan menjadi 98.
>>> BNI Pertahankan Penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026
“Biasanya misalnya 215/55-17 itu ada load index 94, itu dinaikkan jadi 98, biar bisa menanggung lebih berat meski ukurannya sama.
Sebetulnya bisa pakai ban yang lebih besar, tapi akan makan ruang,” ujar Fisa.
Selain itu, produsen ban juga memformulasikan material kompon khusus. Tujuannya untuk menjaga efisiensi daya tahan dan jarak tempuh kendaraan tetap optimal.
>>> Tata Kelola Ekspor Komoditas Strategis: Negara Kembali Ambil Peran
“Tujuannya bukan hanya untuk menahan beban dan torsi, tapi juga untuk mengurangi gesekan agar efisiensi daya tetap optimal,” pungkas Fisa.