⌂ Beranda News Rano Karno Sebut Lonjakan Bioskop di Jakarta Jadi Anomali Global

Rano Karno Sebut Lonjakan Bioskop di Jakarta Jadi Anomali Global

Rano Karno Sebut Lonjakan Bioskop di Jakarta Jadi Anomali Global
Suasana bioskop di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyoroti lonjakan jumlah bioskop di Jakarta yang dinilai tidak biasa di tengah penurunan penonton global.

Hal ini disampaikan dalam acara penayangan film oleh Kulturanesia di Metropole XXI, Jakarta, Minggu (7/6/2026).

>>> Fenomena Sell Indonesia: Tekanan Rupiah dan IHSG Jadi Sinyal Kepercayaan Global

Menurut Rano, kondisi ini menjadi anomali karena di banyak negara terjadi penurunan jumlah penonton bioskop. Namun, Jakarta justru mengalami pertumbuhan signifikan.

"Inilah yang membuat Indonesia menjadi anomali, teman-teman sekalian. Di dunia, terjadi penurunan jumlah penonton di bioskop," kata Rano Karno.

Perbandingan dengan Hong Kong

Rano membandingkan fasilitas bioskop di Jakarta dengan Hong Kong. Berdasarkan data kunjungan pasar tim Jakarta ke Hong Kong, wilayah tersebut hanya memiliki 25 gedung bioskop.

"Kemarin tim Jakarta berangkat ke Hong Kong untuk market. Di Hong Kong itu bioskop tinggal 25, cuma 25 lagi, gedung bioskop.

Jakarta masih dengan 3.500," ungkap Rano.

>>> Presiden Como 1907 Buka Suara soal Transfer dan Masa Depan Fabregas

Perbedaan mencolok ini menarik perhatian investor dan sineas internasional. Banyak produser dan pembuat film dari berbagai negara mulai melirik Jakarta sebagai lokasi produksi.

"Tiba-tiba banyak sekali investor, produser, sineas dunia yang datang ke Indonesia, terutama ke Jakarta untuk membuat sesuatu," tambah Rano.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merespons fenomena ini dengan menyiapkan Jakarta Film Commission. Lembaga ini akan memberikan subsidi atau fasilitas untuk mendorong produktivitas sineas lokal.

"Untuk itu tentu saya sebagai wakil gubernur akan men-support.

Apabila nanti Jakarta Film Commission sudah terbentuk, kita akan banyak memberikan apa ya, semacam subsidi atau fasilitas-fasilitas agar sineas Indonesia bisa memproduksi lagi," sebut Rano.

>>> Portugal Siagakan Ratusan Polisi di Bandara Antisipasi Antrean Wisatawan

Acara nonton bersama ini juga dalam rangka memperingati bulan Bung Karno. Rano menjelaskan bahwa Presiden Soekarno memandang seni dan film bukan sekadar hiburan, melainkan memiliki nilai lebih.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru