Kementerian Pertanian mendorong investasi peternakan sapi perah dari Badan Usaha Milik Negara maupun swasta. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan susu dalam negeri.
Populasi sapi perah saat ini belum mencukupi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Indonesia membutuhkan 2 juta ekor sapi perah agar bisa menghentikan impor susu.
>>> Pemerintah Impor 80 Persen Susu untuk Penuhi Kebutuhan Nasional
Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian, jumlah populasi sapi perah di dalam negeri baru mencapai 540.657 ekor.
Produktivitas sapi perah domestik juga rendah, rata-rata hanya 12,5 liter susu per hari.
Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan produktivitas di negara asal sapi yang mampu mencapai 30 liter susu per hari.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan tantangan utama adalah meningkatkan konsumsi susu per kapita bagi anak-anak.
Kendala keterbatasan populasi sapi induk membuat pemenuhan kebutuhan harus dilakukan melalui impor sapi hidup. "Mulai SMA saya minum susu sampai sekarang.
Saya bahkan dalam tiga tahun naik 14 sentimeter karena minum susu dan makan bergizi," kata Sudaryono pada peringatan Hari Susu Nasional di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Mantan anak petani asal Grobogan ini menegaskan komitmennya mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Ia bermaksud melawan pandangan negatif terhadap program pemenuhan gizi nasional tersebut.
"Jadi kalau orang ngomong apapun negatif tentang MBG, tentang susu, saya adalah orang produk dari makan bergizi dan produk dari minum susu," ucap Sudaryono.
>>> Polisi Tangkap Empat Pembobol Rumah Kosong di Simalungun
Ia menambahkan bahwa manfaat konsumsi susu berdampak jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Susu menjadi salah satu sumber protein penting dalam menu utama program pemerintah. "Minum susu hari ini printarnya enggak langsung besok.
Tapi pinternya itu nanti bertahap, lama-lama jadi tambah pintar, orangnya tambah kuat dan seterusnya. Jadi memang protein, protein, protein," ujar Sudaryono.
Perhatian terhadap pemenuhan gizi melalui susu sudah lama dicetuskan Prabowo Subianto melalui Gerakan Revolusi Putih di Partai Gerindra.
Masalah populasi coba diatasi pemerintah melalui sejumlah komitmen investasi baru.
Teknologi reproduksi dan ketersediaan bank sperma di dalam negeri diklaim sudah memadai. Namun, mendatangkan sapi hidup dari luar negeri tetap menjadi solusi utama untuk mengejar kekurangan populasi.
"Kita ini kurang sapi induknya. Kalau sperma kemudian bank spermanya kita sudah punya banyak.
Baik daging maupun susu, yang kurang itu adalah sapi hidupnya. Memang mesti kita datangkan," tutur Sudaryono.
Pemerintah mencatat sejumlah komitmen investasi swasta dan BUMN sudah mulai berjalan. Beberapa pihak berkomitmen mendatangkan puluhan ribu ekor sapi perah ke Indonesia.
>>> Silvio Baldini Instruksikan Pemain Muda Italia Tampil Lepas Kontra Yunani
"Sudah beberapa ada komitmen, ada yang 10 ribu ekor, ada yang 5 ribu ekor," ucap Sudaryono.