Warga lain, Udin, juga mendukung karena kini punya pilihan tempat olahraga di akhir pekan.
Ryan, warga Jakarta Selatan, menilai kehadiran lokasi ini memberi variasi agar tidak bosan dengan tempat olahraga yang itu-itu saja.
“Untuk saya bagus, karena ada opsi jogging yang biasanya di GBK mulu jadi bisa ke Rasuna Said. Muter aja dari Kedubes Malaysia ke Setiabudi,” ucapnya.
Namun, Ryan memberikan masukan agar Pemprov DKI Jakarta menyediakan toilet portabel di area CFD.
Harapan Jadi Agenda Rutin
Gubernur Pramono Anung menilai kawasan Rasuna Said mudah dijangkau berkat integrasi transportasi publik seperti Transjakarta dan LRT.
“Di tempat ini saya meyakini karena aksesnya lebih gampang, Transjakarta bisa di sini, kemudian juga LRT apakah itu dari Bekasi maupun dari Cibubur bisa sampai dengan tempat ini sehingga akses dari luar Jakarta sangat gampang,” kata Pramono.
Ia optimistis jalur ini akan menjadi ikon baru CFD di Jakarta.
Berdasarkan dialog dengan pengunjung, Pramono mengungkapkan bahwa hampir 95-96 persen warga menginginkan CFD di kawasan ini menjadi agenda tetap mingguan.
“Sebagian besar, hampir 95, 96 persen lebih, mereka mengharapkan car free day ini menjadi kontinu, terus-menerus. Yang 5 persen kurang, mereka mengharapkan ada beberapa perbaikan,” jelasnya.
Keluhan yang muncul antara lain terkait penataan jalan dan fasilitas pedestrian di sisi timur yang belum rampung.
Pramono juga menerima masukan tentang pengelolaan kebersihan dan penataan zona pedagang. Ia menginstruksikan Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo untuk mengantisipasi kendala sejak dini.
“Memang jalur car free day terus terang tidak kita perbolehkan untuk siapa pun berdagang di tempat itu.
>>> AS Alihkan Aset Iran ke Negara Teluk untuk Biaya Rekonstruksi
Cuma hanya memang caranya mungkin lebih soft, tidak kemudian menimbulkan polemik di ruang publik,” imbuhnya.