⌂ Beranda News KITB Gandeng KKP untuk Tata Pesisir dan Ruang Laut di Batang

KITB Gandeng KKP untuk Tata Pesisir dan Ruang Laut di Batang

KITB Gandeng KKP untuk Tata Pesisir dan Ruang Laut di Batang
Kawasan Industri Terpadu Batang dengan latar pesisir dan mangrove
A A Ukuran Teks16px

PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kolaborasi ini berlangsung pada Minggu (7/6/2026) dan merupakan kelanjutan dari kesepakatan payung hukum antara KKP dan PT Danareksa (Persero) pada Juli 2025.

>>> Pemerintah Bangun 93 Gedung Permanen Sekolah Rakyat

Langkah strategis ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara pembangunan industri dan pelestarian lingkungan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

Empat Ruang Lingkup Pengembangan

Pengembangan kawasan difokuskan pada empat ruang lingkup utama. Pertama, penyelenggaraan penataan ruang laut.

Kedua, rehabilitasi ekosistem pesisir.

Ketiga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Keempat, diseminasi kebijakan.

Salah satu program prioritas adalah pengelolaan karbon biru melalui konservasi ekosistem mangrove.

Direktur Utama Holding BUMN Danareksa Ngurah Wirawan menjelaskan langkah ini merupakan perwujudan kebijakan yang telah disepakati.

"Kawasan industri yang baik justru harus ikut menjaga garis pantainya, ekosistem lautnya, dan masyarakat pesisir di sekitarnya," ujar Ngurah Wirawan.

>>> BTN Perkuat Manajemen Risiko dan Transformasi Bisnis untuk Tekan Rasio NPL

"Peran kami sebagai Holding adalah menjadi orkestrator yang mempertemukan keahlian dan sumber daya, agar setiap pihak dapat memainkan perannya," tambahnya.

Inisiatif ini mendukung transformasi Holding BUMN Danareksa yang kini mengelola tujuh kawasan industri seluas 7.800 hektare.

Kawasan tersebut memiliki 1.600 tenant dari 25 negara dan menyerap 300.000 tenaga kerja.

KITB telah ditetapkan sebagai KEK Industropolis Batang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2025. Penetapan ini mendukung kedaulatan maritim dan hilirisasi pemerintah.

Manajemen berharap sistem integrasi lingkungan dan industri ini dapat menjadi percontohan bagi proyek pembangunan di wilayah lain.

"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan yang selaras dengan pelestarian di Batang," tutur Ngurah Wirawan.

>>> Bank Mandiri Taspen Fasilitasi Kegiatan Pemberdayaan Pensiunan di Jakarta

"Model ini dapat direplikasi di kawasan-kawasan lain, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian dan masyarakat," pungkasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru