⌂ Beranda News Peneliti University of Rochester Ciptakan Alat Ubah Air Laut Jadi Air Tawar dan Ekstrak Litium

Peneliti University of Rochester Ciptakan Alat Ubah Air Laut Jadi Air Tawar dan Ekstrak Litium

Peneliti University of Rochester Ciptakan Alat Ubah Air Laut Jadi Air Tawar dan Ekstrak Litium
Ilustrasi perangkat desalinasi bertenaga surya yang mengekstrak litium dari air laut
A A Ukuran Teks16px

Peneliti dari University of Rochester berhasil mengembangkan inovasi baru dalam teknologi desalinasi. Perangkat bertenaga surya ini mampu mengubah air laut menjadi air tawar sekaligus mengekstrak litium.

Dilansir dari Detik iNET, alat ini memanfaatkan material logam bertekstur laser tanpa memerlukan filter bertekanan tinggi. Prosesnya tidak boros energi dan ramah lingkungan.

>>> Penembakan di Dekat Markas Timnas Inggris, Sembilan Orang Terluka

Penelitian dipimpin oleh Profesor Optik dan Fisika, Chunlei Guo. Fokus utama adalah penggunaan permukaan logam khusus yang disebut superwicking black metal.

Logam tersebut ditembak dengan pulsa laser femtosecond untuk mengubah strukturnya di tingkat mikroskopis.

Hasilnya, logam memiliki dua sifat unik: menyerap hampir seluruh cahaya matahari dan menyedot air hingga menyebar menjadi lapisan tipis.

Energi surya kemudian memanaskan dan menguapkan air laut menjadi uap air tawar. Uap tersebut siap dikumpulkan sebagai air bersih.

Mengatasi Masalah Kerak Garam

Penumpukan kerak garam seperti kalsium dan magnesium biasanya menjadi masalah utama desalinasi. Tim Guo memanfaatkan efek cincin kopi (coffee ring effect) untuk mengatasinya.

"Jika Anda meneteskan kopi di meja, airnya akan menguap dan meninggalkan cincin partikel kopi di tepi," jelas Guo.

Alur ukiran laser pada alat memandu garam dan mineral ke area pasif.

>>> Korlantas Polri Resmikan SIM Digital di Seluruh Indonesia

Area utama penguapan tetap bersih dan tidak tersumbat. Alat ini telah diuji menggunakan sampel air dari Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia.

Ramah Lingkungan dan Bebas Limbah Cair Brine

Desalinasi konvensional menghasilkan limbah cair brine yang merusak ekosistem laut. Alat ini menghasilkan sisa buangan berupa garam padat yang bisa dipanen.

Bentuk padat ini membuka peluang untuk mengambil material berharga dari laut. Alih-alih menjadi limbah, garam sisa dapat dimanfaatkan.

Bonus Penambangan Litium untuk Baterai

Tim peneliti memodifikasi permukaan logam dengan nanopartikel hydrogen titanate. Partikel ini menangkap ion lithium yang terkandung dalam garam sisa.

Pengujian menggunakan air dari danau Great Salt Lake di Utah berhasil memulihkan sekitar separuh total lithium. "Menambang lithium dari bumi sangat membebani lingkungan," ungkap Guo.

Menarik lithium langsung dari air laut bisa menjadi jalur alternatif penting di masa depan.

Inovasi ini menawarkan cara baru untuk mengatasi krisis air bersih sekaligus memanen bahan baku elektronik.

>>> Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Pagi Ini, 25 Ruas Jalan Disasar

Sistem masih dalam tahap proof-of-concept. Diperlukan waktu untuk memproduksinya dalam skala industri besar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru