⌂ Beranda News OJK Awasi Ketat Delapan Pinjol Akibat Masalah Modal dan Kredit Macet

OJK Awasi Ketat Delapan Pinjol Akibat Masalah Modal dan Kredit Macet

OJK Awasi Ketat Delapan Pinjol Akibat Masalah Modal dan Kredit Macet
Ilustrasi OJK mengawasi pinjaman online
A A Ukuran Teks16px

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menempatkan delapan penyelenggara pinjaman daring (pinjol) dalam pengawasan khusus. Langkah ini dipicu oleh persoalan permodalan dan tingginya tingkat risiko kredit macet agregat atau TWP90.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menjelaskan, penyelenggara yang masuk pengawasan khusus akan diarahkan melakukan perbaikan terlebih dahulu.

>>> BMKG: Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Timur, Tak Berpotensi Tsunami

Proses pembenahan harus sesuai aturan, mencakup pemenuhan modal dan peningkatan kualitas pembiayaan.

OJK kemudian akan menentukan kebijakan lanjutan berdasarkan hasil pengawasan. Otoritas tidak menutup kemungkinan mengambil tindakan tegas berupa pencabutan izin usaha.

Modal dan Kredit Macet Jadi Sorotan

Berdasarkan catatan regulator, 14 dari 94 penyelenggara pinjol belum mampu memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp 12,5 miliar.

Kemampuan perusahaan memenuhi ketentuan modal dipengaruhi performa, prospek bisnis, dan strategi permodalan.

Penambahan modal dapat dilakukan melalui injeksi dana pemegang saham, investor baru, atau merger. Seluruh keputusan harus mempertimbangkan profil risiko dan dinamika pasar.

Agusman menilai tata kelola dan model bisnis menjadi indikator krusial bagi investor. Oleh karena itu, pelaku industri didorong memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan regulasi.

Dari sisi kualitas kredit, OJK mencatat 19 penyelenggara pinjol memiliki rasio TWP90 di atas 5 persen per April 2026.

Angka ini dipengaruhi naik turunnya kualitas pembiayaan dan kemampuan bayar peminjam.

>>> Gempa Guncang Aceh, Bangunan Masjid di Bener Meriah Rusak

"TWP90 industri pinjol ke depan diperkirakan tetap terjaga meskipun dipengaruhi dinamika perekonomian dan kualitas pengelolaan risiko masing-masing penyelenggara," kata Agusman dalam jawaban tertulis di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Untuk menjaga stabilitas TWP90, perusahaan pinjol didesak mempertebal manajemen risiko, mengoptimalkan credit scoring berbasis data, memperkuat sistem penagihan, dan menerapkan prinsip kehati-hatian.

Kinerja Keuangan dan Pendanaan

Di tengah tantangan, aktivitas bisnis pinjol masih mencatat pertumbuhan signifikan. Nilai outstanding pembiayaan pada April 2026 tumbuh 26,11 persen secara tahunan menjadi Rp 102,07 triliun.

TWP90 industri secara keseluruhan berada di level 4,62 persen. Laba bersih pinjol melonjak 71,43 persen menjadi Rp 0,96 triliun.

Dari sisi pendanaan, perbankan masih menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp 66,25 triliun atau 75,59 persen dari total.

Pemodal individu menyumbang Rp 3,33 triliun.

"Sumber pendanaan industri pinjol ke depan akan semakin beragam, baik dari lender individu maupun institusi.

>>> WNI Tewas Ditikam Sesama PMI di Hokkaido Jepang

Sejalan dengan penguatan peran lender profesional, penyelenggara berpotensi memperluas basis pendanaan dari lender institusi," kata Agusman.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru