Baterai merupakan komponen utama sekaligus termahal pada kendaraan listrik (EV) maupun mobil hybrid. Perawatan yang tepat diperlukan agar usia pakainya panjang.
Kepala Teknisi Domo Hybrid EV Yogig Pramono mengungkapkan, kebiasaan buruk pemilik kendaraan sering menjadi penyebab baterai cepat rusak.
>>> Tsunami Terdeteksi di Tujuh Wilayah Indonesia Pascagempa Filipina
"Kebiasaannya yang bikin baterai mobil hybrid atau EV cepat rusak adalah mereka yang tidak pernah melakukan perawatan," ujarnya di Jakarta Utara.
Banyak pemilik menganggap baterai tidak perlu diperiksa selama mobil masih berfungsi normal. Padahal, pengecekan rutin penting untuk mengetahui kondisi sel baterai, sistem pendingin, dan komponen pendukung lainnya.
Dengan perawatan berkala, potensi kerusakan bisa dideteksi lebih awal.
Efek Akselerasi Penuh terhadap Voltase
Yogig juga menyoroti kebiasaan sebagian pengguna yang kerap melakukan akselerasi penuh untuk menguji performa mobil.
"Kalau misal kita akselerasi terus, apalagi dari berhenti sampai 100 km/jam, voltasenya akan nge-drop terus," katanya.
Saat akselerasi penuh, baterai harus mengeluarkan daya besar sehingga tegangan turun sementara.
Yogig mencontohkan, jika voltase normal 60 Volt, saat akselerasi penuh selama 10 menit bisa turun ke 55 atau 50 Volt.
Setelah gas dilepas, voltase akan kembali ke 58-60 Volt.
>>> Gempa Filipina M 7,7 Akibatkan Satu Tewas dan Tsunami di Indonesia
Kondisi ini sebenarnya normal karena voltase akan stabil kembali setelah beban berkurang. "Voltase turun itu pas kita lagi akselerasi, butuh daya besar.
Tapi kalau sudah stabil lagi, baterai akan normal," jelas Yogig.
Risiko saat Kapasitas Daya Rendah
Masalah muncul jika pengemudi terus memaksa akselerasi saat kapasitas baterai sudah rendah.
Menurut Yogig, ketika baterai tersisa sekitar 20 persen lalu dipaksa mengeluarkan daya besar, salah satu sel baterai bisa mencapai batas minimum.
Sistem Battery Management System (BMS) akan memutus aliran listrik untuk melindungi baterai. "BMS akan memutus si baterai, jadi mobil akan mati total.
Sebenarnya bahayanya di situ," kata Yogig.
Meski demikian, akselerasi penuh sesekali dalam waktu singkat tidak berdampak berarti. "Kalau akselerasi cuma beberapa detik, sebenarnya tidak terlalu pengaruh," ujarnya.
>>> Borneo FC Samarinda Resmi Berpisah dengan Pelatih Fabio Lefundes
Perawatan rutin dan menghindari akselerasi berlebihan saat daya rendah menjadi kunci menjaga usia pakai baterai mobil hybrid dan EV.