FIFA akhirnya melunakkan aturan ketat mengenai larangan membawa cairan ke dalam stadion pada Piala Dunia 2026. Para suporter kini diizinkan membawa botol air minum dari luar area stadion.
Kebijakan baru ini diambil sebagai solusi setelah regulasi sebelumnya sempat berubah-ubah dan memicu kebingungan.
>>> IHSG Ambles 116 Poin ke Level 5.478 pada Pembukaan Perdagangan 8 Juni 2026
Awalnya, pemegang tiket dijanjikan boleh membawa tumbler transparan hingga satu liter, namun FIFA mendadak menganulir rencana tersebut.
Larangan keras itu menuai kritik karena Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada puncak musim panas.
Ancaman dehidrasi massal bagi ratusan ribu penonton menjadi pertimbangan utama FIFA untuk mengubah keputusannya.
Aturan Baru dan Pengecualian
FIFA mengumumkan bahwa setiap penonton diizinkan membawa satu botol air minum plastik lunak sekali pakai berukuran 20 ons (590 mililiter) yang masih tersegel pabrik.
Aturan ini berlaku untuk setiap pertandingan Piala Dunia 2026.
>>> Aksi Jual Massal Jatuhkan IHSG Lebih Dari Empat Persen
Meski melonggarkan aturan untuk plastik sekali pakai, pengawasan ketat tetap diberlakukan. Wadah air berbahan keras atau jenis wadah reusable tetap dilarang masuk ke area tribune.
Chief Operating Officer Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, menjelaskan bahwa wadah keras dilarang karena berpotensi dilempar dan mencederai orang.
Larangan ini tetap mendapat kritik, termasuk dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Starmer mencurigai adanya motif ekonomi di balik keputusan tersebut.
>>> Pemerintah Pastikan Tidak Bubarkan Direktorat Jenderal Bea Cukai
Ia menilai kebijakan ini keliru karena penonton tidak boleh membawa botol plastik keras dari luar, tetapi bisa membeli air minum di dalam stadion dengan harga mahal.