Sebanyak 15 pejabat administrasi Tim Nasional Iran dilaporkan tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat menjelang turnamen Piala Dunia 2026.
Penolakan dokumen perjalanan ini memicu kecaman keras dari pemerintah Iran yang menilai kebijakan tersebut sebagai tindakan diskriminatif.
>>> Rupiah Melemah ke Rp 18.132 per Dolar AS pada 8 Juni 2026
Masalah administrasi ini berdampak langsung pada jajaran manajemen tim.
Di antara pejabat yang dilarang masuk tersebut, terdapat nama Ketua Federasi Sepakbola Iran Hedayat Mombeini serta wakilnya, Mehdi Mohammad Nabi.
Pemain belakang veteran Iran, Ehsan Hajsafi, turut melayangkan protes keras atas situasi yang menimpa timnya.
Hajsafi menilai otoritas terkait lambat dalam menangani pembatasan yang menyasar figur-figur krusial di luar skuad pemain.
"Secara pribadi, saya memiliki keluhan tentang FIFA. Mengapa butuh waktu begitu lama?
Sejauh yang saya pahami, visa hanya dikeluarkan untuk para pemain dan beberapa anggota staf pelatih," kata Hajsafi.
Ketidakhadiran para pejabat ini dianggap mengganggu operasional tim selama kompetisi berlangsung.
>>> IHSG Anjlok ke Level Terendah Sejak 2020, Aksi Jual Asing Masif
Hajsafi menegaskan bahwa peran para personel yang tertahan di luar negeri tersebut sangat vital bagi kelancaran aktivitas harian skuad.
"Sayangnya, beberapa anggota kunci staf pelatih kami, yang perannya sangat penting dalam tim, tidak diberikan visa.
Itu termasuk manajer tim, direktur eksekutif, dan direktur media, yang semuanya memainkan peran yang sangat penting," ujar Hajsafi.
Kapten tim tersebut berharap ada intervensi cepat dari federasi sepak bola internasional demi memulihkan kondisi internal timnas. Langkah ini dinilai mendesak mengingat jadwal turnamen yang semakin dekat.
"Dari sini, saya ingin meminta FIFA untuk mengatasi masalah ini agar, insya Allah, situasi ini dapat diselesaikan dalam beberapa hari mendatang," tegas Hajsafi.
Klarifikasi Pemerintah AS
Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat memberikan klarifikasi mengenai kebijakan pemberian izin masuk tersebut.
>>> Kejagung Tetapkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Korupsi
Pihak Washington menyatakan bahwa seluruh pemain dan staf yang terdaftar resmi berpartisipasi telah diberikan dokumen perjalanan, namun mereka memperketat pemeriksaan guna mencegah penyalahgunaan perizinan untuk menyelundupkan teroris.