⌂ Beranda News Teknisi Ungkap Tanda Baterai Motor Listrik Mulai Rusak

Teknisi Ungkap Tanda Baterai Motor Listrik Mulai Rusak

Teknisi Ungkap Tanda Baterai Motor Listrik Mulai Rusak
Teknisi memeriksa baterai lithium ion motor listrik
A A Ukuran Teks16px

Kondisi sel baterai yang tidak seimbang atau cell imbalance dapat memicu penurunan performa baterai lithium ion pada motor listrik.

Masalah ini sering tidak terlihat dari luar karena voltase total paket baterai masih normal.

>>> Polisi Gagalkan Aksi Balap Liar Remaja di Jakarta Timur

Pemeriksaan mendalam hingga ke tiap sel menjadi langkah krusial untuk memastikan ketahanan daya.

Pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Abdulah, menekankan pentingnya melihat selisih tegangan antar sel.

"Kalau voltase lithium idealnya masih bisa menyentuh 4,15 volt, itu masih bagus.

Atau total pada baterai 72 volt, dia masih bisa menyentuh 83 volt, itu masih bagus hitungannya," kata Abdul.

Ia menegaskan parameter utama yang wajib diperhatikan adalah konsistensi besaran daya di setiap unit sel. "Perbedaan voltase antar sel itulah yang kita perhatikan," ujarnya.

Ketimpangan tegangan yang terlampau jauh menjadi sinyal kuat bahwa kapasitas baterai akan menyusut lebih cepat. "Kalau di lithium itu sekitar 0,5 volt sudah terlalu parah.

Biasanya kita lakukan balancing kalau perbedaannya 0,2 volt saja dan tidak turun-turun," jelasnya.

>>> Persib Bandung Siapkan Skuad Lebih Besar Hadapi Empat Kompetisi

Jika selisih angka dibiarkan, sisa daya baterai berisiko merosot drastis saat motor dioperasikan. "Perbedaan itu misalnya 3,2 volt, yang satunya 3,0 volt.

Yang 3,0 volt itu biasanya loncat, tiba-tiba drop-nya langsung jauh. Nah, itu yang kita khawatirkan," katanya.

Proses balancing sangat direkomendasikan ketika deviasi tegangan antar sel sudah mencapai 0,2 volt. Tindakan ini berfungsi menyamakan tegangan agar seluruh sel beroperasi seragam.

Untuk penanganan komprehensif, teknisi akan membongkar total baterai guna menguras daya dan melacak kapasitas murni setiap sel.

"Kita bongkar semua, kita cek per selnya, lalu kita drain per selnya. Jadi kita tahu kapasitas per satu baterainya," kata Abdul.

Jika pemilik tidak mau mengganti sel, teknisi akan menjadikan sel dengan kapasitas terendah sebagai patokan sistem operasional.

>>> Google Sewa Komputasi AI SpaceX Rp16,6 Triliun per Bulan

Dengan metode ini, komponen yang mengalami cell imbalance dapat dipulihkan tanpa membeli paket baterai baru.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru