Sejumlah pemilik sepeda motor listrik di Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan mulai mengubah sistem sumber daya kendaraan mereka.
Peralihan ini dilakukan dari skema sewa atau tukar baterai menjadi kepemilikan baterai pribadi.
Fenomena ini dikonfirmasi oleh perwakilan dari bengkel spesialis kendaraan elektrik Dolland Motor Electric.
Meskipun tren ini nyata terjadi di lapangan, jumlah pelanggan yang melakukan konversi ke baterai mandiri tercatat masih relatif kecil.
Abdulah, perwakilan dari Dolland Motor Electric, menyatakan bahwa hanya sekitar 15 persen dari total konsumen yang memilih untuk beralih ke sistem baterai milik sendiri.
Menurut penjelasan lebih lanjut, mayoritas pengguna kendaraan roda dua bertenaga setrum sejak awal memang sengaja memilih opsi langganan atau penukaran daya.
Skema tersebut dinilai lebih akomodatif dan memberikan rasa aman karena seluruh urusan perawatan serta risiko kerusakan teknis ditanggung oleh pihak operator penyedia layanan.
Faktor ketenangan dalam berkendara harian menjadi alasan utama mengapa skema tersebut masih mendominasi pasar saat ini. Pengguna merasa tidak perlu memikirkan jika baterai mengalami error atau kerusakan.
Sistem penyewaan dan penukaran daya ini pada awalnya dikembangkan sebagai strategi untuk memangkas pengeluaran awal saat membeli unit baru.
Melalui metode ini, konsumen dapat memiliki kendaraan tanpa harus membayar harga baterai secara penuh yang biasanya merupakan komponen biaya terbesar.