Polda Riau memastikan proses penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 berlangsung bersih dan transparan. Tidak ada jalur khusus maupun kuota titipan dalam seleksi tahun ini.
Prinsip BETAH Diterapkan
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Riau, Kombes Boy Jeckson Situmorang, menegaskan rekrutmen mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).
>>> Pendaki Wanita Malaysia Ditemukan Selamat Setelah 14 Hari Hilang di Gunung Batu Putih
"Rekrutmen Akpol Tahun Anggaran 2026 hanya melalui jalur reguler nasional.
Tidak ada kuota khusus, jalur prestasi, jalur titipan, maupun perlakuan istimewa bagi peserta tertentu," ujar Kombes Boy Jeckson Situmorang pada Senin (8/6/2026).
Semua peserta mengikuti tahapan yang sama dan dinilai secara objektif. Pengawasan ketat dilakukan oleh pihak internal dan eksternal untuk mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Langkah ini selaras dengan pemantauan dari Kompolnas, Ombudsman, LSM, dan Tim Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP).
>>> Bahlil Pastikan Skema Gross Split Batal di Sektor Minerba
"Kelulusan ditentukan oleh kemampuan dan hasil seleksi peserta sendiri.
Jika ada pihak yang mengaku bisa membantu meluluskan dengan meminta sejumlah uang, itu dipastikan tidak benar dan segera laporkan kepada kepolisian," kata Kombes Boy Jeckson Situmorang.
Masyarakat dan orang tua murid diimbau waspada terhadap modus penipuan yang menjanjikan kelulusan. Sosialisasi prinsip BETAH terus digencarkan untuk menangkal informasi keliru.
"Kami ingin masyarakat memahami bahwa proses rekrutmen Polri, termasuk Akpol, dilaksanakan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Kombes Boy Jeckson Situmorang.
>>> Mentan Instruksikan Harga TBS Sawit Kembali Normal Mulai Hari Ini
Rangkaian seleksi Akpol 2026 telah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan tahap II (Rikkes II) pada 5-6 Juni 2026. Peserta yang tersisa diminta menjaga kondisi fisik untuk menghadapi ujian berikutnya.