Seorang pendaki wanita asal Malaysia, Jaslinda Saludin (49), berhasil ditemukan dalam keadaan hidup setelah dinyatakan hilang selama dua pekan di Gunung Batu Putih, Perak.
Ia mampu bertahan tanpa makanan selama 14 hari, hanya mengandalkan air dari alam.
>>> Bahlil Pastikan Skema Gross Split Batal di Sektor Minerba
Kronologi Kehilangan
Jaslinda mengikuti ekspedisi bersama 14 pendaki dan dua pemandu gunung pada 23 Mei 2026. Mereka bertujuan menaklukkan kawasan Gunung Batu Putih di dekat Tapah, Perak.
Pada 24 Mei pukul 07.30 waktu setempat, pemandu terakhir melihat Jaslinda. Ia berhenti karena kakinya kram dan nyeri hebat.
Setelah kondisinya membaik, ia berusaha menyusul rombongan yang sudah menuju puncak. Namun, ia tidak pernah bergabung kembali.
Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Perak menerima laporan darurat pukul 11.32 tentang dua pendaki terluka. Miskomunikasi terjadi karena pemandu mengira Jaslinda sudah di puncak.
Pihak berwenang baru menyadari kehilangannya pada hari berikutnya. Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) skala besar segera diluncurkan.
Penemuan dan Evakuasi
Pencarian membuahkan hasil pada Sabtu (6/6) sore.
Jaslinda ditemukan dalam kondisi lemas di sekitar pemukiman masyarakat adat Orang Asli dekat Kampung Lubuk Gaharu, Pos Musoh, sekitar pukul 17.00.
Petugas langsung membawanya ke rumah sakit untuk perawatan intensif. Ia mengalami dehidrasi dan kelaparan akut.
>>> Mentan Instruksikan Harga TBS Sawit Kembali Normal Mulai Hari Ini
Koordinator Pemandu Gunung Perhutanan Perak, Muzafar Mohamad, mengatakan lokasi penemuan sebenarnya sudah disisir berulang kali. Medan yang ekstrem membuat korban tersamarkan.
"Itu adalah area yang telah dilewati tim kami. Medannya sangat menantang, dipenuhi jurang, air terjun, dan kontur tanah yang sulit," kata Muzafar.
Kisah Bertahan Hidup
Jaslinda mengaku tidak makan selama dua minggu. Ia hanya minum air dari alam, termasuk air yang ditampung tanaman kantong semar.
"Saya tidak punya makanan. Saya hanya minum air...
air yang gelap, air berwarna cokelat, hingga air dari tanaman kantong semar. Mari kita bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup," ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik karena telah membuat repot dan mengkhawatirkan banyak pihak.
Apresiasi Suami
Suami Jaslinda, Haszman Othman (61), memberikan penghormatan dan apresiasi kepada tim gabungan yang melakukan pencarian.
>>> BPI Danantara Minta Pengusaha Tak Khawatir Kebijakan Ekspor Satu Pintu
"Terima kasih kepada kepolisian, personel Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, NGO, masyarakat adat Orang Asli, serta semua sukarelawan yang telah tanpa lelah berpartisipasi," kata Haszman.