⌂ Beranda News Bursa Korsel Anjlok, Circuit Breaker Diaktifkan Akibat Jual Massal

Bursa Korsel Anjlok, Circuit Breaker Diaktifkan Akibat Jual Massal

Bursa Korsel Anjlok, Circuit Breaker Diaktifkan Akibat Jual Massal
Grafik penurunan tajam bursa saham Korea Selatan
A A Ukuran Teks16px

Pasar saham Korea Selatan mengawali pekan dengan pelemahan tajam akibat aksi jual massal pada saham-saham unggulan.

Sentimen negatif ini dipicu oleh merosotnya harga chip di Amerika Serikat serta kecemasan investor terhadap rencana kebijakan moneter agresif dari Federal Reserve.

>>> IHSG Anjlok 2,87% di Sesi Pertama 8 Juni 2026, Rupiah Ikut Melemah

Kondisi tersebut memaksa otoritas Korea Exchange (KRX) mengaktifkan kebijakan penghentian perdagangan sementara atau circuit breaker hanya tiga menit setelah pasar dibuka.

Langkah pembekuan aktivitas pasar ini diterapkan KRX selama 20 menit, dimulai sekitar pukul 9:34 waktu setempat.

Intervensi serupa juga diberlakukan pada pasar sekunder KOSDAQ selama lima menit setelah operasional berjalan enam menit.

Pada pukul 11:20 waktu setempat, indeks KOSPI tercatat ambles sebesar 492,8 poin atau setara dengan 6,04 persen ke level 7.667,79.

Kejatuhan bursa saham ini menyeret sejumlah korporasi raksasa di negara tersebut ke zona merah.

Samsung Electronics mengalami penurunan nilai saham sebesar 6,69 persen, sementara SK hynix mencatatkan pelemahan 3,24 persen.

>>> AS Kecualikan Indonesia dari Kebijakan Tarif Tambahan Berkat Komitmen Ketenagakerjaan

Perusahaan investasi kecerdasan buatan SK Square anjlok 7,87 persen, diikuti oleh LG Electronics yang merosot 9,24 persen.

Di sektor otomotif, Hyundai Motor melemah 9,14 persen dan SK Group kehilangan 7,68 persen.

Sektor industri baterai kendaraan listrik turut terdampak dengan melemahnya LG Energy Solution sebesar 5,68 persen, sedangkan Samsung SDI jatuh 10,74 persen.

Penurunan ini menjalar ke entitas bisnis terafiliasi seperti Samsung Life Insurance yang menyusut 8,85 persen dan Samsung C&T sebesar 10,97 persen.

Tren negatif ini pada akhirnya ikut mengoreksi kinerja saham di sektor keuangan.

>>> Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp7,63 Triliun untuk Tahun Buku 2025

KB Financial mencatatkan penurunan signifikan sebesar 11,25 persen, sedangkan Shinhan Financial Group melemah 9,3 persen.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru