Kementerian Agama RI telah resmi memulai pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026.
Pelaksanaan ujian secara luring ini berlangsung di 59 titik lokasi di seluruh Indonesia.
>>> Polri Tunda Operasi Patuh Candi 2026 di Jawa Tengah
Pelaksanaan ujian yang dimulai pada Senin (8/6/2026) ini mencatat peningkatan jumlah pendaftar yang signifikan. Sebanyak 64.479 peserta terdaftar untuk mengikuti seleksi ini.
Berdasarkan data demografi, Provinsi Jawa Barat menjadi penyumbang pendaftar terbanyak dengan 9.245 orang.
Angka ini diikuti oleh Jawa Timur dengan 8.971 pendaftar, Jawa Tengah sebanyak 7.440 pendaftar, Aceh dengan 4.083 pendaftar, dan Sumatera Utara sebanyak 3.956 pendaftar.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amin Suyitno, menyampaikan rasa syukurnya atas peningkatan jumlah pendaftar dan registrasi tahun ini.
Ia juga menyoroti keterlibatan para pemimpin perguruan tinggi yang turun langsung ke lapangan untuk menyosialisasikan program pendidikan mereka.
"Kita patut bersyukur karena jumlah pendaftar dan angka registrasi tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan.
Saat ini, anak-anak kita calon mahasiswa sedang menguji langsung keandalan layanan digital di masing-masing kampus," ujar Amin Suyitno.
>>> Royalti Batubara Tetap Mengacu Harga Acuan Meski Ekspor Lewat PT DSI
Amin Suyitno menambahkan bahwa keterlibatan aktif pimpinan kampus membuktikan program studi yang ditawarkan semakin diminati dan merangkul berbagai kalangan.
Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan program studi PTKIN bersifat inklusif dan ramah bagi beragam latar belakang kepercayaan.
Peserta UM-PTKIN 2026 Beragam
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Abd Aziz, memaparkan karakteristik unik dari para pendaftar tahun ini. Ujian ini turut melibatkan puluhan peserta disabilitas.
Tercatat ada 43 peserta disabilitas yang ikut serta, terdiri dari 11 siswa tuna netra, 8 siswa tuna rungu, 7 siswa tuna daksa, dan 17 siswa tuna grahita.
Panitia telah memastikan fasilitas terbaik dan akses ramah di setiap lokasi ujian untuk mereka.
Selain itu, terdapat 20 peserta non-Muslim yang mengikuti ujian, termasuk 17 pendaftar beragama Kristen, 2 Katolik, dan 1 dari aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Prof. Abd Aziz juga bangga melaporkan partisipasi mahasiswa asing, salah satunya dari Papua Nugini, yang mengikuti seleksi untuk studi di Indonesia.
>>> Rupiah Tertekan Dollar AS Akibat Sentimen Eksternal dan Domestik
Masa pelaksanaan ujian UM-PTKIN 2026 secara luring ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, hingga 14 Juni 2026.