Warga Kabupaten Gorontalo Utara kini telah kembali ke rumah masing-masing setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo secara resmi mengakhiri peringatan tsunami.
Pencabutan peringatan ini menyusul gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di Pantai Selatan Mindanao pada Senin (8/6/2026).
>>> Lepas Gandeng Jakarta Fashion Week 2027 Perkuat Identitas Gaya Hidup Urban
Sebelumnya, peringatan tsunami sempat memicu evakuasi mandiri warga di wilayah pesisir menuju dataran tinggi.
Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh Tahir Laendeng, mengonfirmasi bahwa masyarakat yang mengungsi sudah dapat kembali ke kediaman mereka.
"Alhamdulillah, peringatan tsunami sudah berakhir.
Masyarakat yang sebelumnya mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sudah bisa kembali ke rumah masing-masing," ujar Tahir di Gorontalo, Senin (8/6/2026).
BPBD bersama instansi terkait sebelumnya telah melakukan pemantauan intensif di area pesisir Gorontalo Utara.
Hasil pemantauan lapangan mendeteksi adanya fluktuasi muka air laut di Kecamatan Kwandang dan Kecamatan Ponelo Kepulauan.
Namun, Tahir menjelaskan bahwa perubahan tinggi muka air laut tersebut tidak sampai mengancam area pemukiman warga.
>>> Antrean IPO Bursa Efek Indonesia Menyusut Jadi 12 Perusahaan
"Memang ada beberapa titik yang sudah mulai ada perkembangan naik airnya, tetapi tidak signifikan. Kenaikannya masih bisa diantisipasi masyarakat dan belum berdampak ke pemukiman," jelasnya.
Pergerakan air laut ini lebih banyak terjadi di kawasan muara dan sungai yang terhubung langsung dengan laut lepas.
Fenomena yang terjadi berupa penyurutan air laut sebelum akhirnya kembali naik dengan kenaikan maksimal sekitar 0,27 meter.
Meskipun demikian, BPBD sempat mengeluarkan instruksi pengungsian berkala bagi warga yang tinggal di dekat pantai dan bantaran sungai demi keselamatan.
Warga merespons imbauan tersebut dengan tertib menjauh dari area pantai.
Hingga status kedaruratan dihentikan, BPBD Provinsi Gorontalo memastikan tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan material.
>>> UM-PTKIN 2026 Dimulai, 64.479 Peserta Ikuti Ujian Masuk PTKIN
Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah sempat bersiaga penuh di pesisir sejak pagi hari.