⌂ Beranda News KAI Integrasikan Stasiun Karet dan BNI City Akhir 2026 untuk Konektivitas

KAI Integrasikan Stasiun Karet dan BNI City Akhir 2026 untuk Konektivitas

KAI Integrasikan Stasiun Karet dan BNI City Akhir 2026 untuk Konektivitas
Ilustrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City yang akan diintegrasikan KAI
A A Ukuran Teks16px

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan proyek penggabungan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City di koridor Commuter Line Jakarta rampung pada November 2026.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas transportasi perkotaan dan mengoptimalkan operasional perkeretaapian agar lebih efisien.

>>> Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat Akibat Kasus Korupsi Nikel

Target penyelesaian ini mengalami penundaan dari rencana awal Desember 2025 karena penyempurnaan desain dan fasilitas pendukung.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa integrasi ini diambil karena kedua stasiun berdekatan, hanya berjarak sekitar 150 meter.

Jarak yang terlalu dekat dinilai kurang optimal untuk operasional dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan perjalanan kereta api akibat terbatasnya ruang pergerakan antarstasiun.

"Segera tahun ini, pokoknya kita bikin akan senyaman mungkin. Kita lihat akhir tahun, November, Desember," ujar Bobby Rasyidin.

Fasilitas penunjang berupa travelator atau eskalator datar akan dibangun untuk menghubungkan kedua area stasiun tersebut.

Kehadiran sarana ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan pengguna kereta, khususnya pada jam-jam sibuk.

Penyatuan ini juga berfungsi sebagai solusi untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas di lintasan kereta yang kompleks.

KAI memproyeksikan penataan ini akan meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperkuat aspek keselamatan di koridor tersebut.

"Jadi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City ini jaraknya cuma 150 meter, jadi kereta jalan, habis itu ngerem lagi," jelas Bobby Rasyidin.

Pengaturan operasional kereta menjadi lebih rumit ketika dua titik pemberhentian berada dalam rentang jarak yang terlalu dekat.

>>> Dua Ular Sanca Ditemukan di Stasiun Karet, Petugas Lakukan Evakuasi

Hal ini memicu evaluasi mendalam terhadap fungsi bangunan di lintas Commuter Line tersebut.

"Dan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di stasiun karet ini cukup tinggi," lanjut Bobby Rasyidin.

Dalam skema yang disiapkan, bangunan Stasiun Karet nantinya akan beralih fungsi menjadi selasar penghubung yang terkoneksi langsung ke Stasiun BNI City.

Seluruh proses akses penumpang, termasuk tap in dan tap out, nantinya akan dipusatkan sepenuhnya di Stasiun BNI City.

"Sehingga rencananya nanti Stasiun Karet ini kita hanya akan bikinkan dia kayak selasar gitu ya," ujar Bobby Rasyidin.

Meskipun sistem operasionalnya diintegrasikan, Stasiun Karet dipastikan tidak akan ditutup dan tetap melayani aktivitas naik-turun penumpang KRL Commuter Line.

Kawasan di sekitar stasiun juga akan ditata menjadi ruang publik yang ramah bagi masyarakat.

"Demi kenyamanan penumpang juga nanti kita akan bikinkan travelator. Jadi semua nanti, gate-in dan gate-out-nya itu ada di stasiun BNI City," tegas Bobby Rasyidin.

Proyek penyelarasan ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.

Pengembangan ini mengintegrasikan KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan Kereta Bandara.

>>> Minyakita Dialihkan ke Pasar Rakyat, Bantuan Pangan Gunakan Komoditas Lain

Penataan ini diharapkan menjadi elemen penting dalam mewujudkan konektivitas antarmoda yang terintegrasi penuh pada 2027.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru