Chairman Huawei, Liang Hua, menyatakan bahwa pembatasan ekspor teknologi strategis oleh Amerika Serikat (AS) justru mempercepat perkembangan industri semikonduktor di China.
Kebijakan pemblokiran tersebut mendorong perusahaan domestik China untuk meningkatkan investasi pada sektor riset dan pengembangan (R&D) demi membangun rantai pasok yang mandiri.
>>> Konflik Iran-Israel Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Langkah AS yang memperketat akses sejak 2019 meliputi pelarangan pasokan chip canggih, perangkat lunak desain semikonduktor, hingga peralatan manufaktur dari negara-negara Barat.
Dampaknya, Huawei sempat kehilangan akses komponen penting untuk ponsel pintar dan tidak bisa menggunakan layanan Google.
Namun, kondisi ini memicu pemulihan lewat peluncuran gawai premium ber-chip lokal dan sistem operasi HarmonyOS.
>>> 4Thrives Esports Juara PUBG Mobile Global Open S1 2026
Pemerintah dan sektor swasta China kini bersinergi mengalirkan investasi besar demi menekan ketergantungan pada ekosistem teknologi asing.
Sanksi AS Jadi Katalis Kebangkitan Industri Chip Domestik
"Pembatasan ekspor dari AS memaksa industri China berinvestasi lebih besar dalam inovasi dan pengembangan teknologi inti," kata Liang Hua.
Sanksi tersebut kini menjadi katalis utama bagi kebangkitan industri chip domestik di tengah persaingan ketat bidang kecerdasan buatan (AI) antara Washington dan Beijing.
>>> Polisi Periksa Keanu Angelo Terkait Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel
Meskipun sektor semikonduktor lokal masih menghadapi berbagai tantangan, kemampuan teknologi China dinilai terus berkembang dan semakin kompetitif di pasar global.