⌂ Beranda News Konflik Iran-Israel Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Konflik Iran-Israel Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Konflik Iran-Israel Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Ilustrasi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Iran dan Israel
A A Ukuran Teks16px

Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan seiring meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Aksi saling serang antara kedua kekuatan ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi.

>>> 4Thrives Esports Juara PUBG Mobile Global Open S1 2026

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli tercatat naik 4,35 persen menjadi 97,14 dollar AS per barrel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Agustus menguat 4,25 persen ke angka 94,39 dollar AS per barrel.

Ketegangan meningkat setelah Angkatan Udara Israel melancarkan serangan ke beberapa target militer di Iran. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi operasi militer tersebut.

Situasi ini mendapat perhatian dari Gedung Putih, dengan Presiden Donald Trump dilaporkan menerima laporan mendalam mengenai perkembangan keamanan.

Trump menilai eskalasi bersenjata ini akan berdampak buruk pada upaya diplomasi yang sedang berjalan di kawasan.

Seorang pejabat Iran yang terlibat dalam pembicaraan dengan Washington menyatakan bahwa kesepakatan dengan Presiden Trump tidak lagi memungkinkan pada tahap ini, mengindikasikan kebuntuan jalur komunikasi diplomatik.

>>> Polisi Periksa Keanu Angelo Terkait Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuding Amerika Serikat memperkeruh suasana melalui kebijakan di wilayah laut dan operasi militer di Lebanon.

Ia menyatakan bahwa pangkalan dan aset AS serta rezim terkait menjadi target sah akibat tindakan tersebut.

Kebijakan Produksi OPEC+

Di tengah ketidakpastian geopolitik, kelompok produsen minyak OPEC+ menyepakati penambahan volume produksi mentah sebesar 188.000 barrel per hari mulai Juli mendatang.

Keputusan ini merupakan langkah mitigasi keempat sejak terjadinya penutupan akses di Selat Hormuz.

Meskipun kuota produksi dinaikkan, volume tambahan untuk Juli lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, yang mencapai 206.000 barrel per hari pada April dan Mei.

>>> KSP dan Kemendes PDTT Koordinasi Percepatan Pembangunan Wilayah 3T

Penurunan laju penambahan pasokan ini terjadi setelah Uni Emirat Arab memutuskan keluar dari keanggotaan OPEC+.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru