Lonjakan biaya kesehatan menjadi tantangan besar yang mengancam stabilitas dana pensiun para lanjut usia di Indonesia.
Fenomena pengeluaran medis yang tidak terduga ini kerap luput dari perhitungan awal, sehingga menggerus anggaran hari tua yang telah disiapkan masyarakat.
>>> Christian Eriksen dalam Kondisi Baik Usai Kolaps, Dokter Tim Beri Kabar Terbaru
Perencana keuangan Rista Zwestika menjelaskan bahwa ancaman terbesar bagi para pensiunan saat ini bergeser dari inflasi umum ke inflasi medis karena kenaikannya yang cenderung lebih tinggi.
Rista menambahkan bahwa banyak keluarga kehilangan dana pensiun akibat biaya rawat inap, operasi, penyakit kritis, hingga obat-obatan jangka panjang, meskipun awalnya merasa tabungan mereka sudah mencukupi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Rista menyarankan lansia untuk menjaga kesehatan sejak usia produktif melalui olahraga rutin, pola makan sehat, kontrol medis berkala, serta melakukan evaluasi asuransi sebelum memasuki masa pensiun.
Perencana keuangan independen Andy Nugroho turut mengimbau masyarakat untuk menyiapkan tabungan mandiri khusus kesehatan sejak jauh hari dan memastikan kepesertaan jaminan pemerintah tetap aktif.
Andy menilai kepesertaan dalam program asuransi kesehatan swasta sebaiknya dimulai sebelum memasuki masa pensiun agar beban biaya yang ditanggung masyarakat menjadi lebih ringan.
Perencana keuangan Mike Rini Sutikno memaparkan bahwa komponen biaya kesehatan lansia meliputi obat-obatan, rawat jalan, rawat inap, pemeriksaan berkala, hingga biaya pengasuh.
Mike menyarankan penerapan proteksi berlapis dengan menggunakan BPJS Kesehatan sebagai fondasi utama, meskipun jaminan ini memiliki keterbatasan seperti limitasi obat dan antrean yang panjang.
>>> Prabowo Lantik Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Ketenagakerjaan
Untuk menutup celah kekurangan dari jaminan utama tersebut, Mike menyebut masyarakat dapat menambah asuransi komersial sekunder dengan premi yang sesuai dengan kemampuan keuangan.
Lansia juga dapat mempertimbangkan produk asuransi alternatif lain seperti asuransi kecelakaan, asuransi penyakit kritis tanpa tes kesehatan, hingga asuransi perawatan jangka panjang dengan premi terjangkau.
Selain proteksi asuransi, Mike menekankan pentingnya manajemen arus kas dengan mengalokasikan porsi dana pensiun untuk biaya medis rutin dan dana darurat kesehatan.
Langkah mitigasi finansial ini juga harus didukung dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memantau kondisi fisik lansia secara berkala.
Sebagai langkah terakhir, penerapan gaya hidup sehat secara konsisten dinilai menjadi mitigasi yang paling efektif untuk meminimalkan risiko serangan penyakit di masa tua.
Berdasarkan data Bank Dunia, pengeluaran kesehatan per kapita Indonesia naik dari sekitar 118 dollar AS pada 2019 menjadi sekitar 132 dollar AS pada 2023.
Sementara itu, klaim asuransi kesehatan kuartal I-2026 menurut AAJI melonjak 15,3 persen secara tahunan menjadi Rp 6,72 triliun.
>>> Menantu Bunuh Ibu Mertua di Boyolali dengan Sate Beracun Tikus
Kenaikan biaya medis ini sejalan dengan laporan Willis Towers Watson yang memproyeksikan inflasi kesehatan Indonesia mencapai 15,1 persen, di tengah data SUPAS 2025 yang mencatat proporsi lansia Indonesia sudah mencapai 11,97 persen dari total populasi.